
Minggu, 15 Maret 2015 10:10:00
Pertama Kali di Meranti, DPPKP Berhasil Terapkan Program IB
MERANTI, RIAUONE.COM - Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti berhasil menerapkan Program Inseminasi Buatan (IB) atau proses kawin suntik pada sapi Peranakan Ongole (PO). Bahkan ini adalah yang baru pertama kali di Kepulauan Meranti.
Hal tersebut diketahui ketika salah satu tim IB DPPKP Meranti terdiri dari Drh Efdi Dermawan, Drh Haris Meisa Putra, dan Dulhadi melakukan penyuntikan IB ke sapi jenis PO milik kelompok tani berkah H Turiman Desa Alah Air Kecamatan Tebingtinggi.
"Iya, di Meranti setelah lama diterapkan program IB, baru kali ini berhasil dibuktikan setelah dilakukan penyuntikan sperma pada sapi betina jenis PO milik kelompok tani Desa Alahair," kata Kepala DPPKP Kepulauan Meranti Yulian Norwis MM, melalui Kabid Peternakan Khairurrazi SP didampingi PPL Peternakan Dulhadi saat dikonfirmasi
wartawan, Minggu (15/3/2015).
Dia juga menerangkan, waktu awal penyuntikan sperma pada sapi betina jenis PO tersebut pada tanggal 18 mei 2014 lalu. Dan setelah hamil dalam jangka waktu 9 bulan 25 hari, akhirnya Sabtu (14/3/2015) induk sapi betina berusia 8 tahun dan telah melahirkan 8 kali itu kini melahirkan anakan sapi jantan.
"Anak sapi yang dilahirkan tersebut ternyata dalam kondisi sehat. Berbeda sekali seperti anak dari hasil kawin alami pada umumnya. Kalau proses alami, apabila sapi jantan dalam kondisi kurang sehat, otomatis anak sapi yang dilahirkan sapi betina akan ikut kurang sehat juga," terangnya.
Menurutnya juga, program IB ini dalam penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah, dan cepat. Serta memudahkan peternak untuk mendapatkan keturunan ternak sapi yang berkualitas genetik tinggi.
"Dengan proses ini juga, kita harapkan agar dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak," sebut Dulhadi.
Tak hanya itu tambah Dulhadi, kawin suntik pada ternak sapi ini juga dapat memberikan keuntungan yakni menghemat biaya pemeliharaan pejantan, biaya relatif murah untuk mendapatkan bibit sapi yang bagus. Selain itu, mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina, dan dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik.
"Jadi tak perlu membeli sapi pejantan yang harganya relatif mahal. Dengan itu, program ini juga dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang baik sehingga sperma dari suntikan tersebut dapat disimpan dalam jangka waktu lama," sebutnya.
Oleh karena itu, Kepala DPPKP Kepulauan Meranti juga mengimbau kepada masyarakat peternak sapi maupun kambing agar dilakukan program IB atau kawin suntik pada ternaknya supaya mempunyai keturunan yang bagus dan unggul dari sisi genetik.
Selain itu, katanya, Ini merupakan salah satu cara efektif atau strategi yang perlu dilakukan untuk mewujudkan tercapainya program swasembada daging melalui peningkatan populasi dan produktivitas ternak sapi.
"Dengan adanya program ini, akan dapat mempermudah bagi masyarakat khususnya para peternak sapi," jelasnya. (mas)
Share
Berita Terkait
Countdown to 2037: Strategic Public-Private Agenda Unleashes Blueprint to Double Thailand's Economic Growth
Source: JSCCIB Foundation
From NVIDIA to MEXC: Autheo Expands the Markets Behind Its Internet Operating System
THEO / NVDA goes live today through Uniswap on Robinhood Chain. The MEXC lis
Trevor Noah, Esther Perel, and Dame Jacinda Ardern to headline Nordic Business Forum 2027 in Helsinki
Over 5,000 Tickets Sold Within 24 Hours Following the Publishment of the 2027 Theme and
Alibaba Cloud Expands Global Infrastructure and AI Portfolio to Accelerate Enterprise AI Adoption
Empowering global enterprises across software, electronics, logistics, gamin
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










