Kamis, 22 Oktober 2020 06:09:00

Protokol Kesehatan Tegak, Ekonomi Bergerak

Kemelut pandemi corona virus disease (Covid-19), tentunya berdampak besar bagi kehidupan masyarakat di tanah air. Tidak hanya pada kesehatan, namun perekonomian juga ikut kena imbasnya. Berbagai program dan upaya dilakukan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi bagi masyarakat yang terdampak langsung akibat wabah ini.

Laporan : Pauzi - Kepulauan Meranti, Riau. pauzi@riauone.com

PENEGAKAN protokol kesehatan (prokes) menjadi jurus ampuh dalam menangatisipasi agar masyarakat tidak terjangkit Covid-19. Penerapannya pun tidak pandang bulu. Bahkan, berlalu di seluruh daerah di tanah air ini.

Seperti hal di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, tim gabungan dari satuan tugas (Satgas) Covid-19 tak kenal kenal memberikan sosialisasi, hingga penegakan yustisi dengan beragam sanksi bagi mereka yang melanggar prokes. Terutama berkaitan dengan anjuran memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Penerapan prokes tidak pula serta merta merugikan masyarakat yang saat ini ekonomi masih terhimpit. Namun, bagaimana kedua berjalan seiring demi kebaikan bersama.

"Kalau soal penegakan protokol kesehatan melalui operasi yustisi boleh dikatakan banyak yang melanggar. Pastinya kita melakukan secara tegas dengan pendekatan persuasif. Artinya, dengan kondisi ini kita tetap keduanya ingin berjalan lancar. Prokes tegak, ekonomi masyarakat tetap lancar," tutur Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, baru-baru ini. 

Kata dia, peneguran dilakukan oleh petugas dengan cara yang persuasif. Dimana, pemilik usaha diingatkan agar tetap mengedepankan penerapan potokol kesehatan terhadap para pengunjung. Begitu pula para pengunjung atau konsumen, senantiasa memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan ketika masuk dan selesai berbelanja.

"Kita terus menghimbau dan mengingatkan agar masyarakat mengurangi aktifitas berkumpul atau nongkrong yang dinilai tidak penting. Kalau juga membadel, ada sanksi yang harus diterima. Itu sudah aturan, kita wajib menjalankannya," tegas perwira yang baru menjabat Kapolres Kepulauan Meranti itu.

Warga yang melanggar protokol kesehatan tersebut dijatuhi sanksi sosial berupa menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengucapkan Pancasila, hingga kerja bakti. Namun, di sejumlah daerah bahkan ada yang disanksi denda berapa uang.

Selain itu, upaya menumbuhkan ekonomi masyarakat juga dilakukan dengan mendirikan Kampung Tangguh. Banyak kegiatan yang dikelola melalui program untuk menangkal ekonomi ditengah pandemi ini. Salah satunya menggerakkan bidang pertanian berupa penanaman berbagai jenis palawija serta sayur-sayuran oleh masyarakat.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSI mengatakan, ditengah pandemi ini ekonomi masyarakat harus tetap berputar. Untuk itu, berbagai bantuan disalurkan kepada warga yang terdampak langsung.

"Kondisi ini memang berat. Makanya, anggaran banyak kita fokuskan pada penanganan Covid-19. Terutama untuk membantu warga terdampak langsung agar mereka bisa bertahan hidup ditengah pandemi ini," tuturnya.

Dalam menjaga stabilitas ekonomi, Bupati Kepulauan Meranti dua periode ini merangkul berbagai pihak guna membantu masyarakat. Dirinya berterima kasih atas kerjasama dan partisipasi semua pihak yang ikut memperhatikan kondisi masyarakat.

"Kita berterima kasih atas perhatian bersama membantu warga kesusahan ditengah pandemi Covid-19. Mari sama-sama kita meringankan beban masyarakat dalam kondisi ini. Yang pasti, jangan lupa untuk mematuhi protokol kesehatan demi kebaikan kita bersama," ucapnya. ***

Share
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified