- Home
- Riau Raya
- Puluhan Anggota BOTS Meranti Hadang Mobdin di Terminal Tanjungharapan, Ini Penyebabnya

Jumat, 06 Mei 2016 22:56:00
Puluhan Anggota BOTS Meranti Hadang Mobdin di Terminal Tanjungharapan, Ini Penyebabnya
SELATPANJANG, MERANTI, ROC - Puluhan penarik becak ojek yang tergabung dalam Persatuan Becak Ojek Terminal Selatpanjang (BOTS), Jumat (6/5/2016) meradang. Mereka menghadang sejumlah mobil dinas dilingkungan Pemda Kepulauan Meranti yang keluar masuk di terminal penumpang Tanjungharapan Selatpanjang.
Aksi protes mereka lakukan memblokir pintu keluar Pelabuhan Tanjungharapan Selatpanjang dengan membariskan puluhan becak motor (betor) ditengah jalan pelabuhan.
Penyebabnya tidak lain karena para penarik becak ojek kesal dengan sikap oknum yang ulang-alik menjemput tamu dari pelabuhan tersebut. Sehingga kesempatan mereka untuk mengais rezeki dari penumpang pun berkurang, dan hanya bisa memandang saja.
Seperti yang disesalkan Erwin, Ketua BOTS Meranti, yang sangat menyayangkan terjadinya kondisi tersebut. Padahal, tuturnya, kedatangan para tamu yang seyogya terdiri dari guru itu sudah dikoordinasikan ke pihaknya sejak pagi. Namun kenyataan yang terjadi malah sebaliknya.
"Kami sangat kesal, makanya mobil dinas ini kami hadang. Harusnya mereka komitmen dengan kesepakatan dari awal bahwa selain dari tamu penting, penumpang diarahkan naik becak ojek," ujar Erwin.
"Tak banyak yang kami minta. Namun pandanglah kami yang di pelabuhan ini, kami bukan ingin kaya, tapi hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup saja," tambah Efi pula yang juga pengurus Ketua BOTS.
Diakuinya, bukan sekali dua mobil dinas Pemkab Meranti menggelar acara di Selatpanjang. Namun, tamu-tamu yang hadir itu dijemput langsung, ini yang membuat anggota BOTS betul-betul kecewa.
Untuk diketahui, mobil plat merah yang dihadang BOTS tersebut menjemput tamu-tamu reuni akbar ke-5 SBG, SPGN 179, dan KPG sejak pagi hingga sore Jumat itu.
Di tengah aksi BOTS ini, Ketua Panitia Reuni Akbar ke-5 SBG, SPG, dan KPG 2016, Muzamil pun datang ke terminal. Menurut Muzamil, mereka dari panitia bagian transportasi dan hotel telah berkoordinasi dengan pengurus BOTS yaitu meminta izin untuk menjemput majelis guru saja, dan itu telah disepakati.
"Tadi pagi kami telah bertemu pengurus, minta tolong kasih kami menjemput majelis guru totalnya 40 orang, dan itu disetujui pengurus. Di luar majelis guru, kami arahkan supaya menggunakan becak ojek," ujar Muzamil yang juga wakil ketua DPRD itu. Usai menyampaikan unek-uneknya, puluhan becak yang memblokir jalan akhirnya bubar.
Namun, mereka meminta ketegasan Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi dan pihak terkait untuk secepatnya mencarikan solusi. Sebab, menurut pengurus BOTS, H Irwan pernah berjanji seraya mengatakan bahwa laporkan saja kalau ada mobil plat merah menjemput tamu di Pelabuhan.
"Kami tuntut janji Pak Bupati dulu. Tolong dicarikan penyelesaian secepatnya. Telah bertahun-tahun kejadian serupa terulang," ujar Erwin.
Kegiatan reuni akbar ke-5 Sekolah Guru Bersama (SGB), Sekolah Pendidikan Guru (SPG), dan Kursus Pendidikan Guru (KPG) tahun 2016 dipusatkan di Kepulauan Meranti. Pesertanya datang dari berbagai daerah yang mencapai 1000 orang. (uzi)
Share
Berita Terkait
Komentar










