• Home
  • Riau Raya
  • Setelah Bupati, Kini Anggota DPRD dari Partai Gerindra Meranti ini Membantu
Rabu, 18 Maret 2015 14:17:00

Setelah Bupati, Kini Anggota DPRD dari Partai Gerindra Meranti ini Membantu

empat anggota DPRD Meranti menjenguk Balita. (mas)
MERANTI, RIAUONE.COM - Sebanyak 4 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Kepulauan Meranti, yakni terdiri dari Basiran, Taufikurrahman, H Nursalim, dan M Tartib, Selasa (17/3/2015) sore mendatangi kediaman Alaina (33) dan Sukrian (34) orang tua dari Suknia Clarisa bayi umur 5 bulan yang mengidap penyakit Atresia Bilier (Saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal,red) yang beralamat di Jalan Hidayah Alah Air Timur Kecamatan Tebingtinggi .
 
Sebelumnya Bupati Meranti Irwan dan Staf juga sudah mengulurkan bantuan kepada Balita malang ini.
 
Dari keterangan sang Ayah kepada 4 anggota Dewan Meranti itu,  segala upaya telah dilakukan oleh pihak keluarga untuk mengobati buah hatinya, dimana terakhir Suknia mendapat perawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Namun karena keterbatasan alat medis, RSUD Arifin Achmad meminta kapada pihak keluarga untuk membawa ke Rumah Sakit yang lebih canggih.
 
"Kata pihak rumah sakit anak saya harus segera dioperasi Transplantasi Hati, tapi setahu saya biayanya bisa milyaran, dan juga harus ada pendonor," ujar Sukriyan.
 
Sementra itu, Sekretaris Partai Gerindra Basiran SE MM, mengatakan bahwa dari Fraksi Gerindra yang terdiri dari 4 orang anggota dewan itu, turut perihatin atas musibah yang menimpa keluarga Sukrian. "Oleh karna itu, kedatangan kami ingin membantu. Setidaknya dengan bantuan semampu kami ini bisa meringankan untuk biaya teransportasi," ujarnya.
 
Disamping itu pula, Taufikurrahman selaku Ketua Partai Gerindra Kepulauan Meranti menuturkan bahwa mengenai masalah ditelantarkan dalam rujukan tersebut belum bisa dipastikan, karena pasti ada prosedur dan aturan yang harus dilalui oleh rumah sakit.
 
"Apalagi menyangkut seorang bayi, kadang proses observasi itu yang lambat untuk mengetahui gejala dan menemukan obat yang cocok. Tapi kadang di satu sisi diartikan bagian dari menelantarkan," sebut Taufikurrahman pula.
 
Dia juga yakin jika dokter di Pekan Baru memiliki juru sosial yang tinggi, walaupun ditelantarkan pasti punya alasan. "Mudah-mudahan penyakit bayi ini dapat ditangani, dan menyangkut hal-hal yang mungkin bisa ditolerir tentang persyaratan bisa menyusul. Artinya jangan terpokus dengan hal-hal yang berhubungan dengan masa birokrasi, lebih banyak unsur kebijaksanaan. Jadi mari mengedepankan jiwa sosial kita, bahwa ini sudah darurat, dan harus cepat ditangani," harapnya. (mas)
Share
Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Orang Terkaya di Indonesia Menurut Bloomberg dan Forbes 2024, ini dia Orang-orang-nya


    NASIONAL, BISNIS, - Pebisnis di Indonesia di ranking Bloo
  • 2 tahun lalu

    Partai Golkar, Kemelut Pergantian Ketum Golkar: Dipicu Konflik hingga Kasus Hukum


  • 2 tahun lalu

    Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas di DPRD Riau, Ada 35 Ribu Tiket Pesawat Fiktif, Tokoh Anti Korupsi Minta Usut Semua Terlibat

    PEKANBARU, - Mengerikan dan sangat dahsat negeri ini, dugaan korupsi SPPD fiktif DPRD Riau tentunya tidak hanya di lakukan segelintir orang, dicurigai bahwa SPPD fikti

  • 3 tahun lalu

    Bagaimana ini? Al Quran Berbahasa Mandarin dan Rencana China Sinifikasi Islam

    DUNIA, BEIJING, - Pada akhir Juli 2023, sekelompok pejabat pemerintah dan akademisi China bertemu di Urumqi.

    Mereka membahas bagaimana Xinjiang, daerah otonomi di China, b

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified