Kamis, 18 September 2014 17:53:00

Asap Di Pekanbaru Kiriman Provinsi Bagian Selatan

kebakaran lahan.
riauonecom, - Asap menyelimuti Kota Pekanbaru khususnya Provinsi Riau, merupakan kiriman dari provinsi bagian Selatan Pulau Sumatera. Saat ini, putaran arah angin, yakni berhembus dari Selatan ke Utara.
 
Berdasarkan pantauan Satelit Terra dan Aqua Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Bandara Sultan Syarif kasim (SSK II) Pekanbaru, titik api terbanyak di Pulau Sumatera yaitu, Sumatera Selatan terdapat 218 titik api, Jambi, 46 titik api, Lmpung 19 titik api,  Bangka Belitung 5 ttik api,  dan Bengkulu 4 titik api. Sementara di Provinsi Riau bagian selatan sendiri terdapat 29 titik apiditambah di Sumatera Barat 5 titik api.
 
"Kiriman asap ini mungkin akan dirasakan oleh masyarakat Pekanbaru khususnya Riau sampai bulan depan. karena asap dipengaruhi arah angin yang berhembus dari selatan ke Utara. Sementara perubahan perputaran angin biasanya terjadi pada Oktober nanti," kata Analisa BMKG Bandara SSK II Pekanbaru Sanya Gautami, Rabu (18/9).
 
Sebetulnya titik api di Provinsi tidak banyak. Kebakaran terjadi hanya bagian Selatan Riau, seperti Inhil terdapat 21 titik api, Inhu 5 titik api dan Pelalawan 3 titik api.  Sementara Riau bagian Pesisir, bagian Barat dan Utara seperti Rohil Kampar, Bengkalis dan kabupaten/kota lain tidak ada titik api. Sebab didaerah ini masih ada terjadi hujan ringan bersifat lokal.
 
Kedepan Sanyia menjelaskan, Riau bagian utara, Riau bagian Barat dan Riau Pesisir akan kekurangan hujan. Karena  asap dapat mempengaruhi radiasi matahari. Sebab jika tida ada radaradiasi matahari, maka air tidak bisa menguap untuk membentuk awan di udara.
 
"Awan bukti nyata pembentukkan uap air. Jika penguapan air terhambat oleh asap, maka awan tidak akan terbentuk. Sebab uapan air yang disebabkan oleh pancaran matahari pada siang hari itu akan terbuang sia sia diudara akibat pengaruh asap," jelas Sanya.
 
Selain itu, kurangnya curah hujan di Indonesia bagian Barat juga dipengaruhi oleh badai tropis "Fung Wong" di Filipina. Sebab angin telah berkumpul disana sehingga terjadi badai. Sementara didaerah lain, perputaran angin tidak banyak cuma satu arah yang pada umumnya dari Selatan ke Utara.
 
"Selain akibat kebakaran, kita juga kekurangan angin akibat badai tropis di Filipina yang sedang terjadi sekarang. Namun jika badai sudah usai, berkemungkinan perputaran angin akan terjadi dalam waktu cepat, sehingga Riau bisa terbebas dari asap kiriman dari provinsi lain," terang Sanya. (lin)
Share
Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Ada-ada Saja, Muncul Isu Menteri Pariwisata Minta Air Galon Untuk Mandi


    NASIONAL, - Tengah geger di sosial
  • 6 bulan lalu

    Hasil Piala AFF Wanita 2025: Timnas Putri Indonesia Akui Keunggulan Thailand di Laga Pembuka


    BOLLA, Haiphong, Vietnam - Tim Nasional (Timnas)
  • 6 bulan lalu

    Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Mandiri Ganti Direktur Utama


    NASIONAL, BISNIS, - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Mandiri Ganti Direktur Utama, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk secara resmi mengumumkan
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified