
Senin, 16 Februari 2015 06:45:00
Bupati Minta Camat-Kades Sosialisasikan Program Pelalawan Cerdas dan Sehat
riauonecom, KualaKampar, Pelalawan, roc, - Bupati Pelalawan HM Harris minta para camat dan para kepala Desa se-Kabupaten Pelalawan agar dapat mensosialisasikan program sekolah gratis dan program berobat gratis pada masyarakat dipedesaan.
Pasalnya, hingga saat ini Bupati Pelalawan mengaku masih ada warga yang enggan sekolah dan masih ada warga tidak mau berobat ke Puskesmas karena belum tahu ada Program Pelalawan cerdas dan Pelalawanb sehat.
"Ya, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan hanya 30 persen warga tempatan di kecamatan Pelalawan yang mau pergi berobat ke Puskesmas. Padahal dengan program Pelalawan sehat, warga yang berobat tidak dipungut biaya alias gratis berobat. Dan warga yang masih banyak tidak mau berobat ke Puskesmas maupun kerumah sakit ini, karena tidak tahu adanya program berobat gratis yang telah diprogramkan Pemkab Pelalawan sejak tahun 2013 lalu. Dan juga masih adanya para orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya dengan alibi tak punya biaya. Padahal, kita juga telah memprogramkan sekolah gratis melalui Program Pelalawan Cerdas. Padahal, program ini kita lakukan untuk meningkatkan dan mencetak SDM yang berkualitas di Pelalawan supaya kedepannya bisa bersaing dengan daerah lain di Pelalawan pada era menuju persaingan global kedepannya," terang Bupati Pelalawan HM Harris , kemarin.
HM Harris juga mengatakan, bahwa ketidaktahuan para warga pada program sekolah gratis dan berobat gratis ini, diakibatkan terjadi miskomunikasi antara pemerintahan kecamatan dan Desa dengan masyarakat.
"Untuk itu, saya minta para Camat maupun kepala desa, agar dapat kembali mensosialisasikan program sekolah gratis dan berobat gratis pada masyarakat yang ada didesa-desa diwilayahnya masing-masing, sehingga masyarakat jangan ada lagi tidak mau bersekolah dan pergi berobat ke Puskemas maupun berobat ke Rumah sakit karena takut dipungut biaya," paparnya.
HM Harris mengatakan, pada persaiangan global tahun 2025-2045 mendatang, lanjut Bupati, akan terjadi persaingan begitu ketat dengan para pihak luar yang datang ke Pelalawan.
Dan pada era persaiangan global tersebut, para warga negara lain seperti Thailand, Jepang, Malaysia serta para warga negara lainnya akan datang kedaerah Pelalawan. Pasalnya, Negeri Bono ini merupakan pintu masuk negara luar yang telah memprioritaskan 7 program unggulan oleh Pemkab Pelalawan. Namun demikian, pada era globalisasi itu yang diutamakan bukan persaingan fisik, tapi persaingan ilmu pengetahuan dimiliki untuk menghadapi persaingan kehidupan diera globalaisasi beberapa tahun mendatang.
"Dan untuk menghadapi era persaingan global tersebut, maka dari sekarang kita harus siapkan peningkatan SDM masyarakat berkualitas melalui program Pelalawan cerdas. Pada program Pelalawan cerdas diterapkan supaya jangan ada para orangtua yang tidak mau menyekolahkan anaknya karena sudah gratis biaya dan tidak dipungut biaya lagi sepersenpun.
Namun kenyataan yang kita temui dilapangan masih ada terdapat masayarakat yang enggan bersekolah karena tidak tahu ada program sekolah gratis dan berobat gratis yang kita canangkan selama ini," ujarnya.
HM Harris menambahkan, dengan kondisi tersebut, sambung Bupati, para camat dan kepala Desa bersama aparat desa diwilayahnya masing-masing supaya kembali mensosialisasikan pada masyarakat dipedesaan agar masyarakat tidak ada yang tidak tahu adanya sekolah gratis dan berobat gratis diprogram Pemkab Pelalawan.
"Masyarakat Pelalawan harus menikmati betul program sekolah gratis dan program berobat gratis, sehingga jangan ada lagi masyarakat dipedesaan yang kita temukan masih enggan berobat ke Puskesmas dan ke Rumah sakit karena tidak tahu ada program berobat gratis. Serta program pendidikan gratis demi kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (dpc/*).
Share
Berita Terkait
Komentar










