
Selasa, 15 September 2015 07:40:00
Bhakti Sosial Para Perantau Rohil, "Ingin Sehat dan Murah Rezeki Bantu Orang Lain"
RIAUONE.COM, ROHIL, ROC, - Para donatur sukses dari Jakarta menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis kepada masyarakat Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil), Riau.
Kegiatan itu digelar di Vihara Buddha Sakyamuni Jalan Siak, Sabtu (12/9) atas kerjasama dengan Yayasan Perguruan Wahidin Bagansiapiapi. Pengobatan gratis tersebut menyediakan obat-obatan yang dikirim langsung para donatur dari Jakarta untuk kapasitas pasien 300 orang.
Dalam bhakti sosial ini panitia mengundang masyarakat sekitar Jalan Siak dan tempat lain tanpa membedakan agama, suku dan adat istiadat yang melibatkan tenaga medis yang berpengalaman di kalangan masyarakat Bagansiapiapi seperti dr Erwinto yang saat ini menjabat Kepala Puskesmas Bangko selaku penanggung jawab kegiatan ini.
Saat membuka acara secara resmi di hadapan puluhan pasien yang sudah duduk pada kursi merah yang telah disediakan, selain dr Erwinto juga terlihat sejumlah perawat dari Puskesmas Bangko dan RS Pratomo Bagansiapiapi dengan sukarela melayani masyarakat yang datang berobat.
Para dokter dan perawat yang sukarela melayani masyarakat yang berobat tersebut seperti dr Adrian Wijaya, dr Saherman W, dr Deasy Kemalasari, dr Dwi Septi Andona hingga tenaga medis dari Rantau Kopar, Satria, yang juga ikut berpartisipasi dalam melayani kegiatan sosial tersebut.
Pelaksanaan bhakti sosial (pengobatan gratis) berjalan dengan lancar sebagaimana yang diharapkan. Saat pasien datang terlihat tampak terbatuk-batuk sebab saat ini Rohil dan Bagansiapiapi khususnya dilanda kabut asap yang menyebabkan banyak masyarakat yang terserang penyakit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Salah seorang panitia Wilia atau yang dikenal dengan sapaan Awi mengaku sangat senang dengan kegiatan tersebut. Ia tidak henti-hentinya menghubungi keluarga dan karib kerabatnya di Jakarta untuk bisa menjadi donatur membantu masyarakat Rohil dengan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.
"Kalau mau sehat dan bahagia mari bantu orang lain, di samping itu kita merasa ada sesuatu yang tidak bisa diceritakan karena bahagia bisa bantu orang lain. Yang jelas terasa sehat dan murah rezeki," katanya.
Sementara itu Ketua Panitia Budiono yang juga salah seorang guru di Yayasan Perguruan Wahidin sekaligus pengurus inti di Vihara Buddha Sakyamuni menyebutkan, kegiatan bhakti sosial itu mendapat respon yang baik dari masyarakat sekitar.
Ia menyebutkan tidak ada jarak atau pemisah semuanya sama di sisi Tuhan. “Sesungguhnya kebajikan itu memberi cahaya kepada hati, kemurahan rezeki, kekuatan jasad dan disayangi oleh makhluk yang lain. Membantu sesama tidak ada larangan, malahan dianjurkan. Sebaliknya kejahatan hati akan melemahkan tubuh, sempit rezeki dan makhluk lain mengutuknya," katanya.
Budiono menyebutkan penggelaran acara Bhakti Sosial dalam rangka meneladani Bodhisattwa Ksitigarbha atau melayani dengan penuh kasih, seperti pengobatan yang dilayani untuk periksa gula darah, asam urat serta penyakit yang lainnya, dan terakhir diberikan obat.
Budiono dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu acara nyata untuk membangun rasa kepedulian serta mengembangkan rasa cinta kasih kepada sesama dalam mengembangkan kepedulian untuk kesehatan masyarakat setempat yang lebih baik dalam membantu tugas-tugas pemerintah di bidang kesehatan," tambahnya. (adv/hms/pnc).
Share
Komentar










