• Home
  • Kilas Global
  • DPR Minta Polisi Usut Sampai Tuntas Bibit Cabai Ilegal Dari China
Senin, 12 Desember 2016 15:15:00

DPR Minta Polisi Usut Sampai Tuntas Bibit Cabai Ilegal Dari China

JAKARTA - Kasus bibit cabai mengandung bakteri berbahaya yang ditanam warga negara China di Bogor, Jawa Barat, sangat meresahkan. Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga, bibit cabai ilegal yang diungkap Badan Karantina merupakan salah satu bioterorisme, dengan melakukan upaya-upaya untuk mengganggu keamanan melalui jasa trafik atau melalui makhluk hidup.
 
"Saya yakin ini adalah merupakan bagian dari bioterorisme yang harus dihadapi, karena ini penyakit lolos didatangkan dari luar negeri dan sangat berbahaya," kata Viva, Senin (12/12), seperti dikabarkan Parlementaria.
 
Kepada Pemerintah dan aparat hukum, politisi PAN ini mendesak untuk mengusut secara mendalam kasus tersebut. "Saya minta agar aparat penegak hukum khususnya kepolisian melakukan pengusutan secara tuntas. Kalau ini dibiarkan sangat berbahaya, dan mengganggu plasma nutfah kekayaan Indonesia yang akan menyebabkan penyakit baru. Bila sudah menyebar ada indikasi endemik dan pandemik yang kemudian ini bisa mengganggu kehidupan masyarakat," tegasnya.
 
Selain itu, lanjut Viva, kasus ini juga merupakan dampak dari lemahnya sistem karantina nasional. apalagi sudah ada karantina di dua kementerian yaitu karantina tanaman dan hewan di bawah Kementerian Pertanian, dan karantina ikan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan.
 
Atas kasus ini, seluruh fraksi di Komisi IV sepakat menggabungkan tugas karantina dua kementerian ini dalam satu Badan Karantina Nasional yang langsung bertanggung jawab pada Presiden.
 
"Jadi ini tidak membentuk badan baru, tetapi menggabungkan badan yang sudah ada karena badan yang sudah ada itu tidak efektif tidak efisien. Seluruh badan sudah ada Sumber daya Manusia (SDM) tinggal dijadikan satu, tinggal dirapikan untuk membentuk Badan Karantina Nasional sehingga terukur sistem, kerja, capaian, dan metodenya," ungkapnya.
 
Sekarang ini, sifatnya parsial dari beberapa kementerian, jika ada bahan bibit penyakit renik atau mahkluk hidup, seperti bibit cabe ilegal yang berbakteri itu sangat mungkin, karena dari sisi karantinanya lemah.
 
"Kami minta kepada Perintah untuk serius mengkaji soal badan karantina yang bersifat nasional ini. Sebenarnya penggabungan ini dalam rangka untuk membantu pemerintah dalam melakukan efisiensi dan efektivitas badan," imbuhnya.
 
Diketahui, sebanyak 5.000 batang cabai ilegal disita Badan Karantina Pertanian di perbukitan kawasan Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, baru-baru ini. Cabai yang disita itu berasal dari benih yang dibawa empat warga negara China. Cabai itu diketahui mengandung bakteri Erwinia chrysanthemi yang diyakini membahayakan produksi nasional cabai di Indonesia. (rls/gnc).
Share
Berita Terkait
  • 7 jam lalu

    Univar Solutions Mengapresiasi Mitra Transportasi Terbaik di Ajang Carrier Awards Tahunan

    DOWNERS GROVE, Illinois, Aug. 01, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- Univar Solutions LLC ("Univa
  • 7 jam lalu

    Lantronix dan Swarmer Berkolaborasi untuk Menciptakan Modul Komputasi Kustom untuk Sistem Pesawat Udara Nirawak (UAS) Grup 1

    Lantronix akan mengembangkan solusi kustom berbasis Open-Q 6490CS SOM miliknya untuk me
  • 8 jam lalu

    CICC Hosts Inaugural Embark Salon in Hong Kong, Launches International Asset Custody Offering

    HONG KONG, July 31, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- On July 30, China International Capital Co
  • 8 jam lalu

    As Exclusively Reported by Deadline Hollywood: NFL Star George Kittle Makes Acting Debut in Dinosaurs of the Wild West

    San Francisco 49ers Tight End Joins Jesse Kove, Martin Kove and Rachael Pizzolatto in t
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified