• Home
  • Kilas Global
  • Prihatin Keadaan Negara Semakin Semrawut, DPD RI dan Sejumlah Tokoh Surati Jokowi
Kamis, 02 Februari 2017 15:11:00

Prihatin Keadaan Negara Semakin Semrawut, DPD RI dan Sejumlah Tokoh Surati Jokowi

JAKARTA - Prihatin dengan keadaan negara yang kian semrawut, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bersama para aktivis dan tokoh berinisiatif menyurati Presiden Joko Widodo untuk meminta dia segera menyelenggarakan rekonsiliasi nasional.
 
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad usai melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, Wakil Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Priyo Budi Santoso, Ketua Presidium KWI Ignatius Suharyo, Ketua Umum PHDI Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum Walubi Hartati Murdaya dan Ketua Umum SBSI Muchtar Pakpahan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/2).
 
"Kami menyadari bahwa bangsa kita akhir-akhir ini di samping diterpa berbagai bencana alam, juga telah semrawut lantaran diterpa bencana sosial yang serius," ungkap Farouk.
 
Dijelaskannya pertemuan itu dilakukan karena mereka terpanggil untuk membangun kesamaan persepsi dan pemahaman demi menatap masa depan Indonesia yang lebih baik.
 
Pertemuan itu menghasilkan tiga kesepakatan. Pertama, menyerukan kepada seluruh komponen bangsa untuk tidak lagi mempersoalkan keberagaman, apalagi dengan saling menuduh satu sama lain sebagai intoleran, tidak Pancasilais, anti kebhinekaan, mengancam NKRI dan yang serupa, baik secara langsung maupun melalui media massa dan media sosial.
 
Kedua, pemerintah melalui aparat keamanan dan penegak hukum untuk melakukan penegakan hukum secara profesional dan tidak melakukan pembiaran sehingga tidak menjamin adanya kepastian hukum.
 
Pengambilan tindakan atas suatu pelanggaran hukum yang melibatkan antar komponen bangsa seyogyanya mengoptimalkan langkah persuasif dan menghindarkan diri dari sikap yang dapat memberi kesan keberpihakan karena justru dapat semakin mempertajam perbedaan antar komponen.
 
"Sejalan dengan itu, pemerintah diharapkan untuk meluruskan kembali kebijakan-kebijakan yang tidak mencerminkan keadilan sosial dengan membangun kesantunan sosial, termasuk menggunakan media sosial secara bertanggungjawab serta toleransi dan keberagaman berdasarkan Pancasila dan UUD 45," tegasnya.
 
Ketiga, mereka sepakat untuk memohon kepada Presiden selaku kepala negara mengadakan suatu forum "Dialog Rekonsiliasi Nasional" yang melibatkan semua komponen bangsa. Baik itu formal maupun informal.
 
Misalkan parpol, ormas, lembaga keagamaan, lembaga adat/ budaya/ kedaerahan, cendekiawan, pemuda, mahasiswa dan lain sebagainya. Pertemuan tersebut diharapkannya dapat membuka kesempatan bagi masing-masing pihak yang berbeda paham dan keinginan untuk membicarakan berbagai permasalahan bangsa dan mencari solusi untuk mengatasinya, sampai dihasilkan suatu konsesus nasional.
 
"Hasil rekonsialisasi kami ini akan dituangkan dalam surat," pungkasnya sembari mengatakan bahwa surat itu akan langsung dilayangkan ke Presiden Jokowi. (rmol/gnc).
 
Share
Berita Terkait
  • 4 menit lalu

    Mavenir Meraih Penghargaan Mitra Terbaik Tahun Ini dari Deutsche Telekom untuk Inovasi Jaringan Terbaik

    Proyek MeeC Diakui Berhasil Menghemat Energi hingga 65% pada Jaringan Inti 5G Milik Deu
  • 8 menit lalu

    Hi3D Launches an AI-Powered Workflow for 3D Printing Creators

    HONG KONG, June 27, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- As building-block collectibles, mecha figu
  • 11 menit lalu

    OneGrowth 2026: Shared AI Token Era Ahead China Telecom Global Partner Conference Held

    SHANGHAI, CHINA - Media OutReach Newswire - 26 June 2026 - On June 25, 2026, the China
  • 18 menit lalu

    Slovenia Merayakan 74 Restoran yang Diakui MICHELIN pada 2026: Hisa Franko Mempertahankan Predikat Tiga Bintang

    MICHELIN Guide Slovenia 2026 menampilkan 74 restoran, bertambah dua restoran dibandingk
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified