- Home
- Kilas Global
- Pulau Jemur dan Sinaboi Riau Jadi Lokasi Penampungan Pengungsi
Kamis, 28 Mei 2015 09:57:00
Pulau Jemur dan Sinaboi Riau Jadi Lokasi Penampungan Pengungsi
RIAUONE.COM, BAGANSIAPIAPI, ROHIL, RIAU, ROC, - Wilayah pesisir di Provinsi Riau diusulkan sebagai lokasi untuk menampung para pengungsi Rohingya asal Myanmar dan Bangladesh. Salah satunya ada di Kabupaten Rohil, sebagai lokasi alternatif yakni Pulau Jemur dan Sinaboi.
Demikian diungkapkan Kepala BPP Provinsi Riau HM Ramli, ketika ekspos program rencana pengelola perbatasan, di aula Kantor Bappeda Rohil, Rabu (27/5). Acara turut dihadiri Kepala BPP Rohil Wazirwan Yunus, Kadiskes Rohil HM Junaidi Saleh, para camat dan penghulu terkait.
Ramli menerangkan, Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Provinsi Riau menjajaki kemungkinan penyediaan lahan di Provinsi Riau untuk menampung pengungsi Rohingya.
Dari informasi, pengungsi muslim ini sudah masuk sebanyak 1.000 kepala keluarga. Oleh karena itu, pokok pembahasan ditinjau berbagai aspek seperti penyediaan pulau alternatif.
"Penetapan Pemkab Rohil Pulau Jemur dan Pulau Sinaboi, jadi yang diusulkan untuk segera dilaporkan ke presiden melalui gubernur," katanya.
Adapun keuntungan bagi pemerintah daerah menyediakan lokasi penampungan, sebut Ramli, terbangunnya akses rumah sakit, air bersih, infrastruktur, sarana dan prasarana. Ke depan, daerah tertinggal tersebut bisa cepat maju.
Di satu sisi, BPP Riau juga membahas lokasi prioritas kawasan perbatasan di Rohil, dengan fokus pada program pembangunan daerah perbatasan. Menurutnya, membangun daerah pesisir lebih sulit dari daerah lain.
Sebab, identifikasi data pengelolaan kawasan perbatasan di antaranya seperti bidang infrastruktur, sosial dan budaya harus disinkronkan bersama program provinsi dan pusat.
"Jadi, kita akan kerja sama denga media massa, supaya ada MoU agar diketahui semua stakeholder serta pusat. Karena program awal tahun 2015, dapat alokasi dana pembentukan dan pengisian pejabat BPP," urainya.
Ditambahkan, adapun tupoksi BPP merumuskan kebijakan, koordinasi, fasilitasi dan evaluasi dan pemantauan pengelolaan potensi wilayah kerja sama perbatasan, dengan visi mewujudkan pembangunan kawasan perbatasan yang maju, sejahtera dan berdaya saing.
Ia menambahkan, ada 10 negara yang berbatasan dengan Indonesia di antaranya, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Timurleste, Australia, India, Cina dan Malau dan Papua Nugini.
Dari kajian, lanjutnya, ancaman paling krusial yang sering terjadi di daerah perbatasan biasanya dengan masyarakat sekitar memiliki mayoritas beragam suku, kesenjangan ekonomi, rendahnya kesadaran hukum. Namun demikian, integritas NKRI tetap harus dijaga.
"Kalau jenis kerawanan daerah perbatasan, illegal logging, illegal fishing dan perdagangan manusia," tegasnya. (rmc/roc).
Share
Berita Terkait
Spele, tapi Banyak diantara Kita Lupa Cara Memasak Nasi yang Enak dan Pulen, Berikut Tips-nya
DAPUR, - Memasak nasi yang enak dan pulen sebenar
Pertandingan PSM Makassar dan Persijap Jepara Hasil Imbang, Mario Lemos Belum Puas
BOLLA, - Pertandingan antara PSM Makassar dan Persijap Jepara telah berlangsung pada Jumat, 8 Agustus 2025, sebagai laga pembuka BRI Super League 2025/2026. Hasil akh
Komisi I DPR RI Minta TNI yang menjabat di luar 14 K/L agar segera mengundurkan diri atau Pensiun sebagai Prajurit
NASIONAL, POLITIK, - Komisi I DPR RI Minta TNI
AMBISI Dorong APH usut tuntas perusahaan tambak udang di desa kembung luar
RIAUONE, BENGKALIS - AMBISI (Aliansi mahasiswa Bengkalis peduli) Mendorong kejaksaan Bengkalis untuk menindak lanjuti perusahaan tambak yang masih ber operasi di laha
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










