Minggu, 16 Oktober 2016 08:59:00

Bullying Menghantuai Anak-anak

NUSANTARA, - Bullying tidak hanya bisa dialami anak-anak yang bersekolah di sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah. Karena anak taman kanak-kanak (TK) pun bisa menjadi korban bully. "Beberapa kali saya temukan bisa terjadi di TK, terutama TK yang gabung dengan SD. Jadi anak-anak TK dianggap lemah dan jadi korban bullying yang SD.

Sering kali terjadi di sekolah yang siswanya banyak, sehingga pengawasannya kurang," jelas psikolog dari Tiga Generasi, Anne Sari Sani S.Psi. Hal itu dipaparkan dia dalam seminar 'Importance of Parenting Safety Awareness and Martial Arts to Prepare Your Kids Against Bullying,' di Bodytec Station, Jl Kemang Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (15/10/2016).

Menurut Anne, TK adalah masa bagi anak-anak mulai bergabung dengan orang yang banyak dan berbagai macam. Itu makanya beberapa kali dia menjumpai anak TK yang menjadi korban bullying. Bahkan kata Anne, sering kali bullying dilakukan di lingkungan rumah. Hanya saja karena dianggap biasa, sehingga banyak yang tidak sadar telah melakukan bullying.

"Om, tante, saudara yang lain bisa saja jadi pelaku bullying pada anak di lingkungan rumah. Misalnya ada anak yang masih ngompol sering diolok-olok di depan temannya atau saudara yang lain. Lalu seprai yang basah sampai dibawa-bawa. Itu bullying lho, tapi pada nggak sadar," papar Anne.

Mungkin niat awalnya iseng, tapi jika sudah dilakukan berulang-ulang dan membuat anak tidak nyaman dan merasa dipermalukan maka itu sudah termasuk bullying. Jika itu cara untuk membuat anak 'kapok' sehingga tidak ngompol lagi, sebaiknya dipikirkan cara lain yang lebih baik.

Akibat bullying, terang Anne, bisa membuat seseorang jadi memiliki rasa penghargaan diri yang rendah. Yang bersangkutan juga jadi depresi dan cemas, yang akibatnya mempengaruhi imunitas tubuhnya, sehingga membuatnya mengalami penyakit fisik. "Di beberapa kasus ada yang kemudian menimbulkan pikiran ingin bunuh diri. Kalau perempuan biasanya suka bilang ingin bunuh diri. Kalau laki-laki biasanya langsung merencanakan bunuh diri," imbuh Anne. (dtc/abu)

Share
Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Ini Dokter yang Viral atas Dugaan Kasus Bullying PPDS Undip, Namanya Prathita Amanda Aryani


    NASIONAL, KESEHATAN, - Ini latar belakang pendidi
  • 5 tahun lalu

    Bunuh Diri Karena di Bully di Internet?, Hana Kimura: Bunuh Diri karena Cyberbullying

    ENTERTAIN, - Kematian Pegulat profesional Jepang sekaligus bintang acara Terrace House, Hana Kimura, pada Mei 2020 membuat dunia berduka. Kimura yang masih berusia 22 tahun dite

  • 9 tahun lalu

    Stop Cyber Bullying

    Oleh: Nur Anita
    *Mahasiswa Magister Sains Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
     
  • 12 tahun lalu

    Dunia Pendidikan, Kasus Bullying Pelajar SD di Bukit Tinggi

    Kekerasan terhadap siswi Sekolah Dasar Trisula Pewari, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, terekam dalam video yang diunggah ke situs berbagi video, YouTube. Saat itu siswa ke
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified