• Home
  • Kepri
  • Pengalihan Elpiji 3 KG ke 5,5 Kg Pemkab Optimis Bisa Diterapkan
Jumat, 03 Februari 2017 10:57:00

Pengalihan Elpiji 3 KG ke 5,5 Kg Pemkab Optimis Bisa Diterapkan

tabung elpiji 3 Kg SPBE Bukit nenas dumai. F/riauone.
 
BINTAN - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Bintan masih mengkaji bagaimana kebijakan nasional terkait pelaksanaan subsidi elpiji tepat sasaran dan berhasil diterapkan di Bintan.
 
Sesuai kebijakan nasional, Elpiji 3 kg rencananya akan dibatasi penggunaannya.
 
Pengguna elpji 3 kg sebagian akan dialihkan ke elpji 5,5 kg.
 
"Elpiji 5,5 kg ini tetap subsidi, cuma nilai subsidinya tidak sebanyak 3 kg. Nah, elpiji 3 kg nanti benar-benar untuk orang yang perlu menggunakan (warga miskin dan rentan miskin),"kata PPNS Disperidakop dan UMKM Bintan, Setya Kurniawan, Kamis (12/1/2017).
 
Hanya saja, kata Setya, pihaknya belum mendapat arahan hingga saat ini terkait kebijakan pengalihan gas elpiji ke semi subsidi (5,5 kg).
 
Namun jika melihat tren penggunaan elpiji di Bintan, Setya optimis program pengalihan sebagian penggunaan elpji dari subsidi penuh ke semi subsidi bisa berhasil.
 
Persentasenya diproyeksikan bisa diatas 30 persen jika melihat tren penggunaan elpiji selama ini.
 
"Mau tak mau harus berhasil, apalagi sekarang penggunaan epiji 3 kg mulai dibatasi. Soal teknisnya sedang kita kaji,"kata Dia.(*)
Share
Berita Terkait
  • 6 bulan lalu

    Tanggal 18 Agustus 2025 ditetapkan Sebagai Cuti Bersama Bukan Libur Nasional YA!


    NASIONAL, - Pemerintah Indonesia, melalui Surat K
  • 6 bulan lalu

    Bupati Pati dan Polemik Kenaikan PBB serta Respons Masyarakat


    NASIONAL, - Pada Selasa 5/8/2025 digelar posko donasi aksi pen
  • 6 bulan lalu

    Dikatakan Hari Ini Selasa 5 Agustus 2025 jadi Hari Terpendek? Begini Penjelasan-nya


    DUNIA, - Ada beberapa berita yang menyebutkan bah
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified