• Home
  • Kepri
  • Tol laut Belum Berdampak Maksimal, Harga Sembako Anambas Masih Mahal
Senin, 09 Januari 2017 10:21:00

Tol laut Belum Berdampak Maksimal, Harga Sembako Anambas Masih Mahal

Tol-laut-yang-biasa membawa barang dari Jakarta saat sandar di pelabuhan Tarempa
ANAMBAS – Masyarakat Anambas hingga saat ini belum merasakan harga sembako murah meski kapal Tol Laut ke Anambas telah beroperasi. Padahal program ini dicanangkan Presiden Jokowi ini untuk menekan harga kebutuhan pokok tersebut.
 
Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Pemkab Anambas Usman, mengakui belum ada penurunan harga signifikan untuk bahan pokok yang diangkut Tol Laut. Namun, untuk ketersediaan ia menjamin selalu ada lantaran barang dari Jakarta bisa masuk rutin.
 
“Kehadiran Tol Laut tetap berguna dan semua masyarakat merasakan itu. Bila dibanding sebelumnya terkadang sembako langka apalagi sudah masuk musim Utara,” ujarnya, baru-baru ini.
 
Usman menambahkan, ada perbedaan signifikan terhadap ongkos angkut barang dibanding menggunakan kapal lain. Biaya angkut menggunakan Tol Laut per ton Rp273 ribu, sedang kapal lain Rp500 ribu per ton. Jika ini dibagikan menjadi harga per kilo hanya ada selisih Rp227.
 
“Memang perbedaannya jauh. Tentu penurunan harga tidak dirasakan langsung masyarakat karena pedagang juga menjual per kilogram,” katanya.
 
Salah satu warga Anambas Udin mengatakan, sejak masuknya Tol Laut dia belum merasakan penurunan harga sembako di Anambas. Padahal biaya angkut berbeda antara angkutan dari Tanjungpinang dengan Jakarta.
 
“Harga masih mahal, meski stok tersedia. Tak tahu kenapa bisa begitu,” ujarnya.
 
Udin juga mempertanyakan upaya Pemkab Anambas melakukan kontrol harga. Jika tidak dilakukan maka harga sembako di Anambas tidak akan turun lantaran diduga ada oknum pengusaha yang meraup keuntungan dibalik masuknya kapal tol laut itu.
 
“Kami juga mempertanyakan kontrol harga dari pemerintah daerah. Jika melakukan kontrol harga di pasar saja apa gunanya, sebaiknya mereka kontrol harga beli dari Jakarta” katanya.
 
Sementara salah satu pedagang pasar tradisional di Tarempa Hairul juga mengeluhkan tentang barang yang dibawa Tol Laut. Pasalnya, telur ayam yang ia pesan tidak terlalu bagus.
 
“Telur ayam dari Tol Laut tidak bagus. Banyak yang busuk,” keluhnya.
 
Dia mengakui, beberapa harga komoditi seperti cabe, bawang dan tomat masih tinggi harganya. “Ya tolonglah dicek dengan baik padahal kan program ini sudah bagus,” terangnya. (sin/roc).
Share
Berita Terkait
  • 6 bulan lalu

    Barcelona menutup rangkaian tur pramusim Asia 2025, Menang 5-0 atas klub Korea Selatan, Daegu FC


    DUNIA, BOLLA, - Barcelona menutup rangkaian tur pram
  • 12 bulan lalu

    Elpiji di Permainkan, Harga Elpiji 3Kg Asli-nya Rp12.759, Bahkan di Kota Dumai Kota Pengolah Elpiji 3Kg ini Pernah Sampai Rp35 Ribu


    NASIONAL, - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa harga gas elpiji 3 kilogram (kg) semestinya hanya Rp 12.750
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified