• Home
  • Riau Raya
  • Badan Reserse Kriminal Polri Selidiki Importir Bawang Ilegal Bengkalis
Jumat, 14 November 2014 08:36:00

Badan Reserse Kriminal Polri Selidiki Importir Bawang Ilegal Bengkalis

indah kargo bawa bawang ilegal di bengkalis baru2 ini. (ist)
riauonecom, Bengkalis, - Badan Reserse Kriminal Polri akan menyelidiki importir puluhan ton bawang merah tanpa dokumen yang diamankan petugas Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
 
"Dua nakhoda dan tiga anak buah kapal sedang dalam pemeriksaan intensif," kata Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Widodo dalam jumpa pers di Pekanbaru usai operasi bersama Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar (TPBB).
 
TPBB merupakan perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Mabes TNI Angkatan Darat, dan Bareskrim Mabes Polri, serta Badan Intelijen Negara (BIN).
 
Sementara untuk barang sitaan berupa 40 ton bawang merah tersebut, kata dia, saat ini telah berada dalam pengawasan Badan Karantina Pertanian (Barantan), dan pelaku nakhoda dan ABK dua kapal yang mengangkut barang ilegal itu sementara dalam pengawasan KPBC dan masuk dalam penyelisikan Bareskrim.
 
Ia mengatakan, berkaitan dengan kasus dugaan penyeludupan bawang tersebut pihaknya tidak akan main-main dan berjanji untuk menuntaskannya.
 
"Siapa pemilik bawang itu sesungguhnya harus didapat dan ditangkap. Kami akan serius menuntaskan kasus ini sampai ke akarnya yaitu para pelaku importir," katanya.
 
Sesuai dengan aturan Kemendag, lanjutnya, tidak ada satu pelabuhanpun di Provinsi Riau termasuk di Bengkalis yang dibenarkan untuk impor bawang merah.
 
Ia mengatakan, sementara ini impor bawang merah hanya dibenarkan lewat lima pelabuhan yang telah ditetapkan kementerian seperti Pelabuhan Belawan, Tanjung Perak, Makasar, dan Sokarno Hatta Jakarta.
 
Pada Minggu (10/11) Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, mengamankan lebih 40 ton bawang merah ilegal yang diangkut dua unit kapal lambung sedang lewat pelabuhan tikus.
 
"Diduga bawang tersebut diangkut dari Malaysia," kata Kepala Seksi Penindakan KPBC Bengkalis Dahwir.
 
Dua unit kapal yang mengangkut bawang merah ilegal itu bernama KM Maju Bersama R:10 No 759 dan GT 6 IH No 4976.
 
Dia mengatakan petugas juga mengamankan dua orang nakhoda dan tiga orang anak buah kapal (ABK) untuk dimintai keterangan berkaitan dengan angkutan bawang merah tanpa dokumen sah tersebut.
 
Pejabat KPBC Bengkalis itu mengatakan puluhan ton bawang merah tersebut kemudian diamankan untuk disita menjadi milik negara yang kemungkinan akan dimusnahkan.
 
"Kalau ditebus tidak bisa karena tidak ada izin berkaitan dengan impor bawang merah melalui pelabuhan di Bengkalis," katanya.
 
Dia mengatakan diduga pelaku importir tersebut melanggar Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/OT.140/6/2012 tentang Tindakan Karantina Tumbuhan untuk Pemasukan Sayuran umbi lapis segar ke dalam wilayah Indonesia. (ant/roc)
Share
Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Riau, Kabupaten PENGHASIL MIGAS Ini Kerisis BBM, Hampir 1 Pulau ini tidak ada BBM "Ibarat Ayam Mati di Lumbung Padi"

    BENGKALIS, - Beberapa pekan ini, tidak menentu kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis
  • 2 tahun lalu

    PSN Jembatan Pulau Bengkalis - Sungai Pakning, Tunggu Rekomendasi Teknis dari Kementerian PUPR


  • 2 tahun lalu

    Pasangan Abdul Wahid - SF Hariyanto : Jembatan Bengkalis Bukan Janji Politik, Tapi Bagian dari Kewajiban


  • 2 tahun lalu

    Kapal Roro Rusak dan Masuk docking, Penyeberangan Air Putih-Selari Dilayani Dua Ro-Ro



    Komentar
  • 1
    Kilas Global  6 hari lalu

    Thailand's "trust capital" a potential strategic advantage amid global realignment: NUS Business School Dean

  • 2
    Kilas Global  6 hari lalu

    Glow Festival by Prudential Expands in Sentosa Partnership, Bringing Global Headliners and Its Biggest Edition Yet to Singapore

  • 3
    Kilas Global  7 hari lalu

    Dayos Releases Athena: Agentic Replacement for Oracle and Workday AMS Contracts, Now Generally Available

  • 4
    Kilas Global  4 hari lalu

    WeRide, Geely Farizon and Kwoon Chung Launch Right-Hand-Drive Robotaxis at the 2026 International Automotive & Supply Chain Expo (Hong Kong), Accelerating Global Expansion

  • 5
    Kilas Global  4 hari lalu

    Boehringer Ingelheim accelerates precision oncology research with initiation of three Phase III trials in hard-to-treat cancers

  • 6
    Kilas Global  7 hari lalu

    Court victory paves the way for Curium's plans to provide targeted radioligand therapy to U.S. patients with GEP-NETs

  • 7
    Kilas Global  6 hari lalu

    Teva to Host Conference Call to Discuss Second Quarter 2026 Financial Results on July 29, 2026 at 8 a.m. ET

  • 8
    Kilas Global  5 hari lalu

    Swire Coca-Cola HK Refreshes the 2026 Sun Life Hong Kong International Dragon Boat Festival with Giant Festive Installation at the Avenue of Stars

  • 9
    Kilas Global  7 hari lalu

    Mavenir Powers Launch of My ENet App, Unifying Mobile, Broadband and IPTV for Guyana's ENet Subscribers

  • 10
    Kilas Global  6 hari lalu

    Hong Kong universities scale global heights, cementing education hub status

  • Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified