Minggu, 20 November 2016 22:28:00
18 Desa di Tiga Kabupaten Bersaing Dapatkan Reward Bebas Api Program dari RAPP
MERANTI, ROC - Sebanyak 18 Desa dari 3 Kabupaten di Riau saat ini dinilai untuk mendapatkan Reward Bebas Api yang merupakan program PT RAPP sejak tiga tahun belakangan ini. Adapun 18 desa yang dimaksud tersebar di tiga kabupaten, yaitu Pelalawan, Siak dan Kepualauan Meranti.
Manajer Program Desa Bebas Api, Sailal Arimi, mengatakan bahwa pada tahun 2016 jumlah peserta program ini kembali meningkat tajam menjadi 18 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di tiga kabupaten yaitu Pelalawan, Siak, dan Kepulauan Meranti.
Meningkatnya jumlah desa yang bergabung dalam program ini, sebutnya, bukanlah tanpa alasan. Hal ini karena pihak RAPP memberikan reward yang menarik kepada desa yang telah sukses mencegah kebakaran lahan di wilayahnya.
"RAPP memberikan hadiah sebesar Rp100 juta, jika sebuah desa sukses dalam kategori zero api. Sementara, jika masih ada pembakaran lahan, desa yang bersangkutan hanya akan diberikan setengahnya saja, yaitu Rp50 juta," ungkap Sailal.
Sailal menambahkan, Tim Komite di tiga kabupaten tersebut telah mengadakan rapat pada tanggal 16 November di Pelalawan, 17 November di Siak dan 18 November 2016 di Kepulauan Meranti untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan reward dalam bentuk infrasturuktur.
Tiap desa dinilai oleh sebuah komite yang terdiri dari berbagai pihak mulai dari pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga lembaga swadaya masyarakat. "Pemenang sudah kami temukan, dan segera kami umumkan dalam waktu dekat,"
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten kepulauan Meranti, Makmun Murod mengapresiasi berjalannya program Desa Bebas Api itu. Menurutnys, hal itu sangat bagus karena mengedukasi masyarakat untuk menjaga lahannya supaya tidak terbakar. Untuk itu, dia berharap program ini dapat berjalan terus sebagai upaya mewujudkan Riau Zero Fire.
"Saya kira ini merupakan wujud kepedulian perusahaan dengan lingkungan dan masyarakat. Dimana program ini berhasil mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan. Apalagi tersedianya reward dalam bentuk infrastruktur sehingga membantu pemerintah dalam bidang pembangunan desa," ujar Murod mengikuti Rapat Komite penentuan desa yang mendapatkan Reward di Selatpanjang, beberapa hari lalu.
Dikesempatan itu, Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti, M Edy Efrizal merasa senang. Diakuinya, dengan adanya program Desa Bebas Api, setidaknya memotivasi masyarakat sekaligus membantu Pemda untuk menjaga agar tidak terjadi Katlahut di desa.
"Desa Bebas Api sangat bagus, sehingga harus diperbanyak jumlah desa yang mengikuti program ini. Mudah-mudan ini dilanjutkan terus, karena yang namanya Karlahut tidak bisa kita diprediksi. Saya berharap program ini diperluas dan terus ada," harapnya. (rls/uzi)
Share
Berita Terkait
Komentar










