• Home
  • Riau Raya
  • Besok, DKC Garda Bangsa Gelar Musabaqoh Kitab Kuning
Rabu, 03 Mei 2017 10:10:00

Besok, DKC Garda Bangsa Gelar Musabaqoh Kitab Kuning

RIAUONE.COM, TEMBILAHAN - Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kabupaten Indragiri Hilir yang merupakan Sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) tingkat Kabupaten Indragiri Hilir.
 
Acara bertajuk Khazanah Kaum Santri untuk Kebangkitan Bangsa itu bakal dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) BAQIYATUSSAADIYYAH Jalan Gerilya Gang Sinar Harapan, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kamis, (4/5/2017).
 
Adapun Kitab yang di perlombaan yaitu Qiroatul Qhutub, Fathur Qorib, Hifdhun Nadhom dan Nadhom Imrithi. 
 
Ketua Panitia MKK  DKC Garda Bangsa Muhammad Guntur, SE, mengatakan acara MKK ini sebenarnya digelar secara nasional oleh Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa melalui Garda Santri. 
 
Menurutnya, untuk tingkat kabupaten digunakan sebagai babak penyisihan atau tingkat Ula Dan Ulya yang diselenggaralan di masing-masing Garda Santri kabupaten Salah Satunya ya di  Pondok Pesantren, Baqiyatussaadiyyah Tembilahan Hulu ini.
 
"Musabaqoh ini dalam rangka untuk melestarikan khasanah keilmuan ahlussunnah wal jama'ah Garda Bangsa DKC Garda Bangsa Kabupaten Inhil akan menggelar acara Musabaqoh Kitab Kuning (lomba baca kitab kuning) yang akan diselenggarakan pada tanggal 4 April 2017," jelas Guntur. 
 
Dikatakannya, diselenggarakan Musabaqoh ini dalam rangka memberikan penghargaan terhadap khazanah dan eksistensi pesantren di Indonesia yang telah memberikan kontribusi penting terhadap perjalanan bangsa Indonesia mulai era prakemerdekaan sampai dengan saat ini.
 
Selain itu, kata Guntur, khazanah keilmuan pesantren juga telah terbukti menjadi benteng paling kokoh dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari model-model pemahaman keagamaan yang ekslusif dan ekstrim. Hal itu semua tidak bisa dilepaskan semua dari ulama dan karya-karyanya.
 
"Tujuan diadakannya Musabaqoh Kitab Kuning(MKK) ini adalah untuk melestarikan tradisi intelektual pesantren, mengembangkan khazanah pengetahuan pesantren, memotivasi para santri untuk meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning dan melakukan syi’ar kepada publik akan pentingnya khazanah pengetahuan pesantren sebagai salah satu solusi untuk membangun bangsa dan menjawab problem-problem kemasyarakatan, " ujarnya. 
 
Tidak ada biaya pendaftaran alias gratis. Peserta boleh dari santri maupun santriwati pondok pesantren se-Kabupaten Indragiri Hilir.
 
" Selain itu, peserta didik dari sekolah tingkat Madrasah, MTs dan Aliyah serta mahasiswa yang memiliki keahlian membaca kitab kuning dipersilahkan untuk mendaftar, " tambah Guntur, Sekretaris DKC Garda Bangsa PKB Inhil ini. 
 
Sementara persyaratan bagi peserta yang ingin mengikuti MKK ini, yakni peserta adalah yang berhaluan ahlussunnah wal jamaah atau aswaja. Kemudian batas usia maksimal 20.(san) 
Share
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified