Jumat, 23 Desember 2016 18:25:00
Didukung Disparpora Meranti, Desa Sonde Akan Gelar Festival Pantai Paus
Plt Kepala Disparpora Kepulauan Meranti, Drs H Ismail Arsyad MSi bersama tim destinasi pariwisata dalam kunjungannya, Kamis (22/12/2016), ke desa tersebut mengatakan bahwa inisiatif masyarakat menggelar event tersebut sudah sangat bagus, karena mengembangkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata. Apalagi Joged Sonde sendiri sudah terkenal sejak ditetapkan jadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016.
"Inisiatif menggelar event seperti Ini sudah sangat bagus. Setiap event di masyarakat akan kita inventarisir yang nantinya akan kita dukung. Mudah mudahan akan menjadi event kabupaten, yang jelas masyarakat sudah memulai menggali potensi daerahnya," ujar H Ismail.
Dia menambahkan bahwa banyak yang harus dikembangkan di desa tersebut. Selain mengembangkan potensi pariwisata, juga perlu dikembangkan ekonomi kreatif. Dimana, menurutnya desa Sonde ini tergolong kaya akan biota lautnya.
"Selain sektor pariwisata, di sini juga dimungkinkan untukbdikembangkan sektor ekonomi kreatif, seperti membuat makanan dan pernak pernik dari biota laut sejenis kerang-kerangan. Maka dari itu kita akan upayakan tahun akan datang bisa bangun fasilitasnya," sebut H Ismail lagi.
Ketua panitia Festival Pantai Paus, Firdaus, mengatakan bahwa kegiatan yang bertemakan Festival Pantai Paus ini akan digelar selama 5 hari berturut turut yang juga akan menampilkan beberapa pergelaran seni budaya lainnya. Saat ini masyarakat setempat sedang bergotong royong membersihkan lokasi tempat digelarnya acara tersebut.
Menurutnya, event yang dilaksanakan ini baru pertamakali digelar. Kedepannya dia berharap event ini akan rutin digelar setiap tahunnya. Mengingat pantai ini selalu dikunjungi wisatawan.
"Memang ini baru pertama kali diadakan, namun kedepannya kami akan rutin menggelarnya setiap tahun yang akan menampilkan setiap pergelaran seni dan permainan tradisional di masyarakat. Apalagi sudah mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata," katanya.
Wakil Ketua BPD Sonde ini juga menambahkan bahwa bersama masyarakat akan bergotong-royong membersihkan lokasi pantai dan membangun fasilitas umum seperti MCK, gazebo, panggung hiburan dan lainnya.
"Selain pergelaran seni dan permainan tradisional, kami juga akan menggelar wisata bahari seperti lomba Jung, lomba mencari kerang dan lainnya, karena pantai ini tidak pernah sepi pengunjung. Kami bersama masyarakat akan membangun fasilitas umum untuk memudahkan segala sesuatu," tambahnya.
Kegiatan ini diberinama Festival Pantai Paus karena di pantai tersebut pernah terdampar seekor paus berbobot besar dalam keadaan mati. Sejak itulah masyarakat nenyebutnya Pantai Paus. Keunikan itulah yang menjadi inspirasi masyarakat untuk mengangkatnya kembali melalui kegiatan tradisional.(uzi)
Share
Komentar










