Selasa, 23 Februari 2016 14:32:00
Dukung Kedaulatan dan Ketahanan Pangan, Meranti Sumbang Cetak Sawah Riau 1400 Ha
SELATPANJANG, RIAUONE.COM - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama masyarakat yang didukung oleh TNI sebagai pelaksana program cetak Sawah Kementerian Pertanian RI, melakukan pencanangan 1.400 hektar lahan sawah baru dari 2.785 Ha yang direncanakan untuk seluruh Riau.
Pencanangan langsung dilakukan oleh Pangdam I Bukit Barisan (BB) Mayjen Lodewijk Pusung secara simbolis melakukan Land Clearing menggunakan Escavator disaksikan oleh Plt Gubernur Riau, Danrem 031 WB dan Wakil Bupati Meranti, bertempat di Desa Bina Maju, Kecamatan Rangsang Barat, Senin (22/2/2016).
Melalui cetak sawah baru di Kabupaten Meranti yang dibantu dan didukung penuh oleh TNI AD, Wakil Bupati H Said Hasyim mengucapkan terima kasih menurutnya kehadiran Pangdam I Bukit Barisan dapat memberikan motivasi bagi petani dan berharap kedepan Riau, khususnya Kabupaten Meranti dapat mencapai kedaulatan dan swasembada pangan sesuai dengan program yang ditargetkan oleh Kementerian Pertanian RI pada 2017 mendatang.
Dijelaskan Said Hasyim, selain konsen dalam pengembangan pangan Sagu, Kabupaten Meranti juga terus berupaya memperluas lahan Sawah khususnya Sawah tadah hujan dalam rangka mencukupi kebutuhan beras di Kabupaten Ini. Tercatat dari 4.436 hektar lahan yang direncanakan seluas 3.000-an hektar telah ditanami padi, dengan produksi padi sebanyak 12.651 ton pertahun.
Namun jumlah itu diakui Said Hasyim hanya mampu memenuhi 40 persen kebutuhan masyarakat yang menghabiskan 28.000 Ton beras pertahun. Jika program cetak sawah seluas 1.400 hektar itu ini berhasil, sebut dia, minimal akan mampu menambah produksi beras Meranti sebanyak 6.000 ton pertahun untuk sekali panen.
"Jika masyarakat mampu memanen dua kali setahun dipastikan mampu mencukupi kebutuhan lokal Meranti. Dengan begitu, Meranti tidak perlu lagi mendatangkan beras dari daerah lain," ujar Said Hasyim.
Kepada jajaran Camat maupun Kades, Ia menginstruksikan agar ikut aktif memantau masyarakat pemilik lahan agar dapat memanfaatkan program ini dengan baik dan jika menemukan masalah dilapangan sepaya dapat dikoordinasikan. "Saya minta Camat dan Kades dapat memanfaatkan momen ini dengan baik. Jika ditemukan kendala dilapangan segera koordinasi," ucapnya.
Dalam mensukseskan cetak Sawah baru ini, Pangdam I Bukit Barisan Mayjend TNI Lodewijk Pusung, menegaskan TNI bertekat mewakafkan dirinya untuk mendukung tercapainya swasembada beras, namun hal itu tidak ada artinya jika tidak didukung oleh masyarakat khususnya para petani.
"Mari bersama mensukseskan swasembada pangan 2017. Kita negara agraris jangan sampai semboyan itu tinggal kenangan karen sudah lupa untuk bertani, mari kembalikan kejayaan Indonesia lewat swasembada pangan," ajaknya.
Ia juga mengingatkan kepada KPA dalam hal ini Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Meranti serta jajaran TNI AD jangan main-main melaksanakan pekerjaan ini, apalagi masalah penggunaan anggaran. Jangan sampai anggaran habis, sawah tidak selesai dan masuk penjara. Anggaran ini harus menghasilkan padi di tahun 2016," tegasnya.
Meski Kementerian Pertanian RI menargetkan program ini berjalan paling lambat Juni 2016 mendatang namun, Pangdam I Bukit Barisan Mayjend Lodewijk Pusung punya target sendiri ia berharap jajaran TNI AD mampu menuntaskannya di Bulan Mei dan dalam tiga bulan kedepan busa dipanen.
"Tunjukkan kepada masyarakat TNI bisa dan harus bisa, 1400 Ha ini kecil, kalo serius, Bulai Mei saya harapkan selesai semua dan bisa ditanami tiga bulan kedepan bisa memanennya," harap dia.
Disarankannya, selain cetak sawah baru, lahan sawit yang ada di Meranti juga dapat diselingi dengan tanaman Padi Gogo seperti yang dilakukan di Padang Lawas dimana per Hektarnya mampu menghasilkan 6 hingga 7 ton sekali panen.
Dikesempatan itu, Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman yang ikut mendampingi Pangdam I Bukit Barisan mengungkapkan, saat ini Riau belum mampu mencapai swasembada beras. Dimana sebagian kebutuhan masyarakat yakni 350 ribu ton pertahun dipasok dari Provinsi tetangga Sumatera Barat. Dan, dengan terus bertambahnya jumlah penduduk Riau dan Sumatera Barat dikhawatirkan produksi beras saat ini tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan masyarakat.
Untuk itu, sebutnya, perlu dilakukan peningkatan produksi beras melalui perluasan lahan sawah. Dimana, akui Gubri, untuk perluasan areal persawahan hanya tinggal Meranti saja yang bisa diandalkan. Sementara, di Riau daratan lahannya sudah habis tergarap.
"Apa yang dilakukan TNI AD ini merupakan langkah strategis dalam rangka mencapai swasembada pangan. Indonesia punya banyak lahan tetapi beras masih Import. Untunglah ada Meranti yang dapat menambah pasokan beras di Provinsi Riau, atau setidaknya bisa memenuhi kebutuhan di Meranti dulu," jelasnya yang berharap kehadiran Pangdam mampu dan jajaran mampu memberikan semangat dan motivasi.
Sekedar informasi cetak sawah baru seluas 1.400 Ha di Kabupaten Kepulauan Meranti disebar dibeberapa Kecamatan dan Desa.
Seperti Kecamatan Tebingtinggi Timur seluas 170 hektar, Kecamatan Pulau Merbau 50 hektar, Rangsang Barat 480 Ha dan Rangsang 350 Ha, Kecamatan Merbau 250 Ha, Kecamatan Rangsang Pesisir 100 Ha. Perkiraan produksi naik hingga 30.68 Persen.
Adapun 15 Desa yakni Desa Bina Maju, Mekar Sari, Teluk Samak, Topang, Anak Setatah, Teluk Buntal, Desa Melai, Sungai Tohor, Mayang Sari, Lukit, Segomeng, Tjg Bunga, Repan, Kedabu Rapat, dan Penyagun.
Dari jumlah itu, ada 3 Kecamatan yang tidak memiliki lahan untuk sawah tetapi diperuntukan untuk palawija dan Kebun Sagu yakni Kecamatan Tebing Tinggi, Tebingtinggi Barat, Tasik Putri Puyu. (adv/uzi)
Share
Berita Terkait
Luas Lahan Terbakar Di Riau Bertambah Menjadi 3.810 Hektare
PEKANBARU, RIAU, - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau mengemukakan hingga pertengahan Oktober tahun ini, luas karhutla menjadi 3.810 hektare.
Komentar










