• Home
  • Riau Raya
  • Ikut di Festival Teater Remaja Se-Riau, SMANDA Meranti Siap Pentaskan Dukun-dukunan
Selasa, 16 Agustus 2016 15:55:00

Ikut di Festival Teater Remaja Se-Riau, SMANDA Meranti Siap Pentaskan Dukun-dukunan

Prestasi yang pernah diraih Sanggar Seni SMANDA pada kegiatan Pentas Teater Pelajar II pada 15 Mei 2016.

SELATPANJANG, MERANTI, ROC - Setelah berhasil menjadi penyaji terbaik I pada Pentas Teater Pelajar II di tingkat kabupaten, Sanggar Seni SMANDA SMA Negeri 2 Tebingtinggi, Kepulauan Meranti kembali akan uji kemampuan dengan mengikuti Festival Teater Remaja se-Riau yang akan berlangsung di Taman Budaya Jalan Sudirman Pekanbaru pada 26-27 Agustus mendatang.

"Keikutsertaan kami pada Festival Teater Remaja se-Riau tahun ini merupakan yang pertama kalinya. Tentunya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami karena dipercaya mewakili Meranti. Mudah-mudahan apa yang kami sajikan nantinya benar-benar menghibur dan masuk dalam kategori penilaian para juri," kata Sari Dewi SPd, guru pembimbing Sanggar Seni SMANDA saat ditemui, Selasa (16/8/2016).

Menurutnya, pada festival nanti, sanggar seni yang dibimbingnya itu akan mementaskan lakon berjudul "Dukun-dukunan" karya Moliere yang telah diadaptasi Puthut Buchori. Lakon tersebut disutradarai Rian Budiharso SPd, yang pernah dinobatkan sebagai sutradara terbaik pada Pentas Teater Pelajar II beberapa waktu lalu.

Sesuai judulnya, lakon tersebut menceritakan kisah suami istri yang hidup miskin. Suami selalu bermalas-malasan, sementara sang istri harus membanting tulang demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Persoalan itulah yang membuat rumah tangga mereka selalu dihiasi pertengkaran. Di saat kesal dan kesedihan mendera, tiba-tiba datang seorang PRT mencari dukun sakti yang mampu menyembuhkan penyakit anak majikannya. Kesempatan itu ternyata tidak disia-siakan oleh sang istri. Lalu, ia pun mengatur siasat dan menunjuk bahwa suaminya itu adalah dukun yang dicari. Sang suami yang merasa sudah dianggap dukun, mau-tidak mau harus mengikuti rencana sang istri.

"Jadi, begitulah kira-kira sinopsisnya. Lakon ini digarap dalam bentuk komedi dengan memasukkan beberapa unsur tradisi sebagai semiotiknya," ujar guru Bahasa Indonesia tamatan FKIP UNRI ini.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tebingtinggi, Herman SPd, MM, yang dijumpai kemarin mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung apapun bentuk kegiatan Ekstra di sekolah. Apalagi kegiatan seni (teater) yang akhir-akhir ini begitu menghebohkan. "Ini kesempatan baik bagi kita bisa tampil di provinsi.

Tidak hanya sekedar memotifasi anak-anak untuk lebih giat berlarih, kegiatan seperti ini juga bisa memperkenalkan sekolah dan daerah, sesuai unsur-unsur tradisi yang dimasukkan di dalam penggarapan naskah," kata Herman.

Dia berharap semua pihak turut mendukung dan memberi bantuan terhadap perkembangan kesenian di SMA Negeri 2 Tebingtinggi. Sehingga, kegiatan berkesenian yang sedianya hanya ekstra kurikuler, dapat semakin maju.(uzi)

Share
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified