- Home
- Riau Raya
- Ini Penekanan Dua Anggota DPRD Riau Asal Meranti Terkait Kisruh Berujung Maut di Selatpanjang
Minggu, 28 Agustus 2016 15:50:00
Ini Penekanan Dua Anggota DPRD Riau Asal Meranti Terkait Kisruh Berujung Maut di Selatpanjang
SELATPANJANG, MERANTI, ROC - Terkait bentrok beberapa hari lalu yang melibatkan masyarakat dengan kepolisian di Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti hingga berujung maut, anggota DPRD Riau Tengku Nazlah Khairani, meminta pihak Polda segera mengusut fakta sesungguhnya.
Politisi PPP Riau itu menginginkan agar polisi yang ditugaskan di Polres Kepulauan Meranti agar benar-benar memahami kondisi psikologi maupun karakter masyarakat, terutama di Selatpanjang. Hal itu mengingat, kata dia, masyarakat di sini (Selatpanjang) sangat mudah tersulut emosinya. Terlebih lagi jika ada hal-hal yang tidak bisa mereka terima sama sekali secara akal sehat.
Seperti halnya penilaian masyarakat terhadap meninggalnya tersangka pembunuhan anggota polisi yakni Apriyadi Pratama yang terjadi secara janggal dan tidak wajar setelah diamankan oleh pihak Polres Meranti.
Dalam kasus tersebut, dia melihat ada unsur ketidakpuasan dan kemarahan warga. Katanya diperlakukan tidak manusiawi. Sehingga mengakibatkan meninggal dunia. Jadi, tegasnya. pengungkapan fakta dari kasus ini harus dilakukan segera.
"Saya kira semuanya perlu tahu bahwa Selatpanjang ini adalah tanah jantan yang tidak tahu takut. Ini harus dipahami oleh siapa saja, termasuk polisi yang bertugas di sini, agar fungsi menjaga Kamtibmas bisa berjalan dengan baik," tuturnya usai melayat.
Tengku Nazlah berjanji akan membawa persoalan tersebut pimpinan DPRD Riau. Tidak terkecuali mengenai belum diumumkannya hasil Visum et Repertum, (VeR) yang dilakukan oleh pihak Kepolisian.
Kepada masyarakat Kepulauan Meranti, Ia juga menghimbau agar tidak mudah terpancing atas isu dan propaganda yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga kejadian kerusuhan yang sudah beberapa kali terjadi di Selatpanjang tidak terjadi lagi.
"Yang sudah terjadi, ya sudah. Kami harapkan masyarakat dapat menahan diri dan tidak terpancing lagi untuk melakukan kerusuhan," pintanya.
Sementara itu, salah satu anggota DPRD Riau lainnya yang juga berasal dari Kepulauan Meranti, yakni HM Adil mendesak agar Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM RI) bisa turun ke Meranti dan membantu mengungkap fakta objektif atas berbagai dugaan yang mengakibatkan dua warga Meranti menjadi tewas. Hal ini perlu dilakukan, sehingga membuat masyarakat di Kepulauan Meranti menjadi Puas.
"Kalau belum diungkap fakta penyebab kematian dua orang warga Meranti dari kejadian kerusuhan antara masyarakat dengan pihak kepolisian, maka masyarakat tidak akan puas. Oleh karena itu kita minta segera dilakukan pengungkapan," tegasnya.
Selain itu dia menginginkan juga polisi yang bertugas di Kepulauan Meranti bisa ditarik dan diganti dengan polisi lain. Sehingga nantinya masyarakat bisa menerima keberadaan polisi kembali.
"Jadi Pimpinan kepolisian harus dapat mengambil langkah nyata dan tegas. Selain itu, juga tetap menyesuaikan dengan situasi daerah. Tolong tugaskan polisi yang benar-benar paham akan karakteristrik di Kepulauan Meranti," sebut politisi Hanura itu.
Selain Komnas HAM, dia juga meminta agar Kapolri dapat turun ke Meranti dan melihat situasi di daerah. Sehingga tidak salah mengambil kebijakan nantinya. "Kami tidak mau ada lagi polisi yang arogan bertugas di Kepulauan Meranti. Jika masih ada kami tidak akan tinggal diam dan akan meminta atensi Kapolri," jelasnya.
Dari pihak keluarga korban Alm Is Rusli menginginkan fakta atas kematian Isrusli bisa segera diungkap. Sehingga keluarga tidak bertanya-tanya tanpa kepastian. "Kami menginginkan faktanya. Karena sampai saat ini kami belum tahu penyebab kematian sebenarnya berdasarkan hasil visum," terang salah seorang kerabat Rudianto kepada sejumlah wartawan, Sabtu (27/8/2016) kemarin.
Adik kandung Alm Is Rusli, yakni Safri (39) mengungkapkan bahwa keluarga tidak yakin kematian abangnya dikarenakan lemparan batu. Pasalnya langsung rebah dan bersimbah darah.
Sekedar informasi Is Rusli merupakan anak kedua dari sembilan bersaudara. Dia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak yang masih kecil.
Untuk kondisi kondisi di Kepulauan Meranti sendiri, saat ini sudah aman dan terkendali, dibawah penjagaan personil kepolisian. Sementara itu, masyarakat dari berbagai lapisan mulai melaksanakan berbagai kegiatan seperti biasa. Bahkan toko dan kedai sudah mulai buka kembali sejak dua hari belakangan.(uzi)










