Rabu, 30 November 2016 11:41:00
Investor Lirik Limbah Sagu di Meranti sebagai Bahan Baku Energi Listrik
SELATPANJANG, MERANTI, ROC - Besarnya potensi limbah Sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai dilirik para investor. Limbah Sagu ternyata bisa diolah untuk menghasilkan energi panas (Biomassa) listrik yang murah dan ramah lingkungan.
Limbah sagu bisa dijadikan bahan baku Gasifikasi yang akan menghasilkan Syintetic Gas (Sygas) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm).
Berdasar data dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti, potensi Limbah Sagu berupa Kulit, Batang dan Ampas Sagu yang berasal dari sedikitnya 60 Kilang Sagu yang tersebar dibeberapa Kecamatan di Meranti seperti Tebingtinggi Timur, Pulau Merbau, Tebingtinggi Barat dan lainnya, mencapai 9 juta ton pertahun.
Jika dimanfaatkan dan diolah menjadi Biomassa atau Syintetic Gas sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Teknologi Gasifikasi, mampu menghasilkan energi listrik hingga 9 MW.
Inilah potensi besar yang dilirik oleh PT Nusantara Berkah yang berencana akan menghimpun dana luar negeri untuk mendirikan Pembangkit Listrik PLTBm Teknologi Gasifikasi di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Seperti dijelaskan oleh Djoko Budi Waluyo Selaku Senior Electrical Enginer PT Nusantara Perkasa, kepada Wakil Bupati Kabupaten Meranti Drs Said Hasyim dan pimpinan SKPd terkait, dengan pengolahan itu nanti, pihaknya akan mencoba membangun PLTBm Teknologi Gasifikasi yang ditargetkan di dua lokasi, yakni kawasan Dorak dan Alai.
"Untuk menghasilkan listrik 4 MW itu, dibutuhkan bahan baku kulit sagu sebanyak kurang lebih 100 ton perhari atau 3000 ton perbulannya. Jadi, potensi limbah kulit dan ampas sagu di Meranti untuk kebutuhan bahan baku PLTBm tersebut sudah lebih dari cukup," jelas Joko dalam pertemuan di Aula Badan Penanaman Modal, Selasa (29/11/2016) siang.
Jika proyek ini jadi terlaksana, sebut Joko, maka pihaknya akan melakukan kerjasama dengan PT PLN dalam urusan jual beli daya listrik sebesar 4 MW tersebut. Hal itu tentu saja sangat membantu masyarakat untuk mencukupi kebutuhan daya listrik.
Saat ini dari data yang terdapat di Dinas Pertambangan dan Energi Kepulauan Meranti, jumlah elektrifikasi yang mampu dipasok PLN baru mencapai 77 Persen atau baru melayani 77 persen masyarakat, dengan beban puncak mencapai 11 MW. Dengan penambahan 4 MW itu, maka diyakini akan mampu memenuhi kebutuhan listrik Meranti.(rls/uzi)
Share
Berita Terkait
Ternyata Limbah Sagu di Meranti Bisa Penuhi Pakan Belasan Ribu Sapi
SELATPANJANG, MERANTI, ROC - Limbah padat produksi sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti jika diolah menjadi pakan ternak bisa digunakan untuk menghidupkan 12 ribu ekor sapi.
Komentar










