Jumat, 18 Maret 2016 10:24:00

Kilang Sagu Bantuan Bank Indonesia Diresmikan

Bupati Meranti dan prresiden RI Jokowi meninjau sagu di Sungai Tohor Meranti.
TEBINGTINGGI TIMUR, MERANTI, RIAUONE.COM - Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti H. Iqaruddin MSi melakukan peresmian Kilang Sagu UP2K bantuan CSR Perwakilan Bank Indonesia di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, diharapkan dengan peresmian kilang pengolahan sagu tersebut, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dalam mengolah sagu sebagai pangan alternatif Nasional.
 
Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung oleh Kepala Bank BI Perwakilan Riau Ismet Inuno bersama Sekda Meranti H.
 
Iqaruddin didampingi Kaban BLH Meranti Irmansyah, Kepala Dinas Perindag Meranti Syamsuar dan Camat Tebingtinggi Timur Helfandi.
 
Sekda H Iqaruddin didampingi Camat Tebingtinggi Timur Helfandi, menilai bantuan Kilang Sagu oleh Bang Indonesia sangat tepat karena saat ini Meranti tengah gencar-gencarnya mengembangkan potensi Sagu sebagai pangan alternatif Nasional pengganti beras.
 
Seperti diketahui dari keseluruhan luas wilayah Meranti yang mencapai 400 ribu hektar, 16 persenya merupakan perkebunan sagu masyarakat dan perusahaan yang menghasilkan 210 ton per tahun.
 
Dengan bantuan Kilang Sagu tersebut Sekda H. Iqaruddin yakin mampu memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ekonomi Meranti, khususnya di Desa Sungai Tohor. Kedepan, Ia berharap bantuan tidak selesai disitu dan dapat terus dilanjutkan seperti bantuan untuk mengolah hasil turunan sagu sehingga sagu yang dihasilkan dari perkebunan masyarakat memiliki Value added yang dapat mendongkrak penghasilan masyarakat.
 
"Kami berharap BI dapat terus memberikan bantuan dalam pengolahan sagu, dengan begitu dapat mencibtakan lapangan kerja dan interpreniur baru," harapnya.
 
Dihadapan tokoh masyarakat Sungai Tohor, Sekda meminta perkebunan Sagu yang merupakan berkah dari tuhan untuk masyarakat Meranti harus dijaga dan dilestarikan. Jangan sampai kebun Sagu produktif yang menjadi sumber penghasilan masyarakat dijual dengan alasan kebutuhan sekolah anak dan lainnya. Sebagai solusi ia berharap Bank Indonesia dapat meminta kepada Bank binaanya untuk menyalurkan kredit dengan bunga minimal untuk membantu kebutuhan masyarakat. 
 
"Jika dilepas pada tengkulak dan orang tertentu pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan menjadi terkendala, jadi saya harap tetap dijaga dan dilestarikan, kebun sagu merupakan berkah karena sekali tanam mampu hidup sampai 5 keturunan," jelasnya.
 
Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Riau Ismet Inono mengatakan bantuan Kilang Sagu yang diberikan merupakan tugas Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi pangan, dan Sagu masuk dalam komunitas pangan Nasional.
 
"Bank Indonesia tertarik mengembangkan Sagu di Kabupaten Meranti yang diwujudkan dengan penandatanganan MoU tahun 2015 yang selanjutnya diperkuat dengan penandatanganan KSO sebagai dasar penyaluran CSR Kilang Sagu senilai 213 juta," jelasnya.
 
Kedepan, Bank Indonesia akan mengundang pihak perbankan untuk membantu pembiayaan Sagu dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat, dalam mengolah Sagu sebagai sumber pangan alternatif Nasional.
 
Ismet juga berjanji akan berupaya menyalurkan bantuan lanjutan untuk mengolah turunan sagu agar memiliki Added Value, bantuan kali ini menurutnya merupakan Pilot Project dan Bank Indonesia juga mencoba model pembiayaan yang cocok dengan bekerjasama dengan berbagai pihak. "Ini sesuai dengan program Nasional dimana setiap daerah yang memiliki komuniti unggulan harus dikembangkan," ujarnya.
 
Sementara Camat Tebingtinggi Timur Helfandi, mengucapkan terima kasihnya kepada pihak Bank BI Perwakilan Riau, senada dengan Sekda Meranti, ia berharap bantuan lanjutan dari Bank Indonesia seperti bantuan Teknologi Pengolahan uyung (kulit) Sagu agar tidak menjadi limbah.
 
"Kami harap Bank Indonesia dapat membantu pengadaan teknologi pengolahan uyung sagu sehingga dapat memberikan nilai tambah pendapatan untuk masyarakat," ujarnya mengakhiri.(rls/uzi)
Share
Berita Terkait
  • 9 tahun lalu

    BI Kaji dampak Digitalisasi Terhadap Perekonomian

    NUSANTARA, - Jakarta- Asisten Gubernur Bank Indonesia, Dyah Nastiti mengaku pihaknya sedang mempelajari serta mengkaji dampak seluruh digitalisasi terhadap perekonomian dan
  • 9 tahun lalu

    Penjualan Eceran Berbalik Meningkat 2,2 Persen

    BISNIS, - Bank Indonesia melalui surveinya mengemukan penjualan eceran berbalik meningkat 2,2 persen secara tahunan (yoy) pada Agustus 2017, dibanding Juli 2017 yang menuru
  • 9 tahun lalu

    Perbankan-PT Telkom Upayakan Pemulihan Jaringan ATM

    NUSANTARA, - Otoritas sistem pembayaran, Bank Indonesia (BI), mengatakan saat ini perbankan dan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk terus melakukan upaya pemulihan sejumlah ja
  • 9 tahun lalu

    Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Riau Siapkan Rp4,4 T untuk Lebaran

    PEKANBARU - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Riau menyediakan uang sebanyak Rp4,4 Triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin menukarkan uang pecahan. 
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified