Selasa, 27 November 2018 12:31:00
Meranti Bisa Tanam Padi Lebih dari Satu Kali Setahun
RIAUONE.COM, SELATPANJANG
- Hingga saat ini, rata-rata daerah di Kepulauan Meranti,
Riau, masih satu kali menanam padi dalam satu tahun. Padahal, sebenarnya bisa
dilakukan lebih dari satu kali.
Menurut Endang Purwati SP, Kasi Perbenihan dan Perlindungan
Tanaman Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP),
Kepulauan Meranti merupakan daerah tadah hujan. Penyemaian benih padi hanya
dilakukan satu kali dalam setahun. Menunggu masuk musim penghujan.
"Kita daerah tadah hujan. Hanya satu kali dalam
setahun," kata Endang.
Namun, diakui Endang, Kepala Desa Topang telah membuat embung.
Di sana akan dicoba menyemai benih padi tidak pada musim penghujan. Pengairan
memanfaatkan air dari embung untuk dialiri ke sawah.
Kades Topang Syamsuharto ketika dihubungi membenarkan bahwa ia
telah membangun tiga embung. Airnya dimanfaatkan untuk mengairi sawah miliknya
dengan luas hanya sekitar 0,5 hektar.
Kata Syamsuharto, apa yang dilakukan adalah upaya mengajak
masyarakat untuk berusaha bersawah tidak pada musim penghujan. Ia ingin
menunjukkan ke masyarakat bahwa bersawah tidak semata harus pada musim
penghujan saja.
"Berhasil, dan saya bisa panen," kata Syamsuharto.
Namun, ditambahkan kades dua periode itu, oleh karena hanya ia
sendiri yang bersawah ketika tidak musim penghujan, maka serangan hama tidak
bisa dibendung. "Karena terserang hama, hasil padi yang saya dapat hanya 5
goni. Seharusnya sampai 15 goni," kata Syamsuharto.
Setelah membuktikan dan terlihat hasil, Syamsuharto mengaku telah
menyampaikan usulan untuk pembuatan embung hingga ke pusat. Embung yang
diharapkan itu untuk mengairi lebih 300 hektar di dua dusun di Desa Topang.
"Kita butuh embung besar dengan peralatan lengkap agar bisa
mengairi sawah dengan maksimal. Kalau hanya menggunakan mesin roben tidak akan
mampu mengaliri air ke lahan sawah yang lebih luas," tambah
Syamsuharto. *(grc)










