Sabtu, 26 November 2016 20:39:00
Meranti Raih 5 Penghargaan PKH KPM Kemensos RI
PEKANBARU, RIAUONE.COM - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menerima 4 penghargaan dari Program Keluarga Harapan bagi Keluarga Penerima Manfaat(PKH-KPM). Ini berkat keseriusan Pemkab dalam mendukung dan menjalankan program yang dimotori Kementerian Sosial RI.
Adapun penghargaan yang diberikan tersebut berupa kategori Koordinasi dan Atensi terhadap pelaksanaan PKH di Provinsi Riau, Alokasi Dana Sharing PKH Terbesar di Riau, Penghargaan Bupati Walikota Pro-Aktif terhadap PKH, Inisiator HUT PKH di Provinsi Riau, dan Partisipasi Aktif Dinas Sosial Dalam Rapat Pembahasan PKH.
Penghargaan itu langsung diserahkan Sekdaprov H Ahmad Hijazi kepada Bupati Kabupaten Meranti Drs H Irwan MSi dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Meranti Drs H Izhar SH, dalam acara Pemantapan Pelaksanaan PKH Program Keluarga Harapan Se-Provinsi Riau (Korkab, Korkot dan Pendamping, Operator Program Keluarga Harapan Kab/Kota), bertempat di Hotel Grand Central, Pekanbaru, Jumat (25/11/2016) malam lalu.
Prosesi penyerahan penghargaan juga dihadiri dan disaksikan oleh Direktur Jaminas Sosial Kementerian Sosial RI, Drs Nur Pujianto MSi, Direktur Zakat Kemenag RI, H Tarmizi Tohor, Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, H Syarifuddin, Ketua Komisi E DPRD Riau, Kasubid Bansos Kemensos RI, Rahmat Kusnadi Komarawati.
Sebelumnya ditahun 2014 lalu, Pemkab juga mendapat penghargaan dari Menteri Sosial RI, Khofifah Indarparawangsa, berupa bantuan PKH sebesar Rp2.8 miliar perbulan.
"Kepulauan Meranti adalah sebuah Kabupaten baru yang angka kemiskinannya cukup tinggi. Karena itulah kita mengucurkan anggaran yang lebih dalam rangka mendukung PKH, dengan harapan angka kemiskinan menurun dan tingkat ekonomi masyarakat dapat lebih baik," ucap Irwan.
Selain itu Kabupaten Meranti juga akan mendapat bantuan Program Kelompok Usaha Bersama (KUB) PKH, dimana Kemensos RI akan membantu dana per kelompoknya sebesar 20 juta. Seperti tahun sebelumnya Kabupaten Meranti dijatahi sebanyak 20 KUB PKH.
Dikesempatan itu, Bupati Irwan juga menggelar dialog singkat seraya menghimbau Pendamping, Koordinator dan Operator PKH dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
"Jadilah pendamping PKH dilapangan yang mampu bekerja dengan tulus dan kreatif. Berdayakan mereka melalui berbagai program ekonomi produktif, sehingga mampu mengangkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat miskin," pesan Irwan.
Dalam rangka mensukseskan program Kadis Sosial, H Izhar menjelaskan pihaknya menjalankan PKH dan menekan angka kemiskinan sesuai dengan intruksi Bupati Irwan untuk selalu turun kelapangan untuk mendengar langsung keluhan, kendala, serta mencari solusi bagaimana meningkatkan taraf ekonomi para keluarga PKM.
Salah satu yang menjadi pantauan adalah anak-anak penerima dana PKH wajib sekolah hingga ketingkat SMU, para ibu hamil wajib memeriksakan kandunganya ke Posyandu, Balita wajib memporel Imunisasi, pendidikan anak Pra Sekolah, dan kini mendapat penambahan bantuan untuk masyarakat Lanjut Usia (Lansia) serta penyandang Disabilitas.
"Yang kita lakukan sesua petunjuk Bupati. Kita langsung turun kelapangan untuk mendukung suksesnya program ini," jelas Izhar yang juga mengaku bahwa upaya untuk menekan angka kemiskinan perlu dukungan dari stakholder terkait melalui pelaksanaan berbagai program.
Untuk diketahui, bantuan Kemensos RI masih terus berjalan. Dana PKH dari Kemensos RI untuk membantu KPM di Meranti sebesar Rp2,8 miliar perbulan atau Rp14,6 miliar lebih setiap tahunnya. Kemudian dari program pengentasan kemiskinan PKH Kemensos RI, Kepulauan Meranti menggontorkan dana hampir Rp800 juta pertahun.
Berkaitan dengan jumlah KPM PKH Kemsos RI di Meranti saat ini ada 6.994 jiwa. Bahkan, ditahun 2016 ini Meranti mendapat penambahan sebanyak 2.663 jiwa. Artinya, decara keseluruhan jumlah KPM di Meranti sebanyak 9.607 KMP. Dari jumlah itu, yang terbanyak berada di Kecamatan Rangsang yakni 1.219 jiwa, Kecamatan Tebing Tinggi 1.228, dan Kecamatan Merbau 1.113 jiwa.
Khusus untuk tenaga Pendamping PKH pula, saat ini berjumlah 34 orang, 1 orang koordinator kabupaten, dan 1 operator.
(rls/uzi)
Share
Berita Terkait
Komentar










