• Home
  • Riau Raya
  • PEMKO Dumai Dukung Pelabuhan Penumpang Dumai Jadi Kawasan Non Tunai
Kamis, 09 Juli 2026 00:05:00

MARITIM

PEMKO Dumai Dukung Pelabuhan Penumpang Dumai Jadi Kawasan Non Tunai

DUMAI - Pemerintah Kota [PEMKO] Dumai mendukung penuh penetapan Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai. Langkah strategis yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini dinilai menjadi lompatan besar dalam memodernisasi layanan publik di Kota Dumai, sekaligus memperkuat posisinya sebagai gerbang digital internasional di Provinsi Riau.

Melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Pemko Dumai berkomitmen untuk terus memperluas kanal pembayaran non tunai, tidak hanya di area pelabuhan, namun juga akan disasarkan ke pasar rakyat, pusat kuliner, sentra UMKM, hingga sektor retribusi daerah guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penerapan sistem non tunai di Pelabuhan Penumpang Dumai ini meliputi keseluruhan ekosistem pelabuhan, mulai dari pembayaran pas masuk kendaraan, tiket terminal penumpang, hingga pembelian tiket kapal feri internasional rute Dumai-Melaka, Dumai - Port Dickson, dan Dumai - Muar menggunakan QRIS Cross - Border (Antarnegara).

Dengan peluncuran ini, Kota Dumai membuktikan kesiapannya menjadi motor penggerak ekosistem pembayaran digital lintas negara yang modern, inklusif, dan berdaya saing di gerbang utara Indonesia.

Demikian disampaikan Walikota Dumai H. Paisal, SKM.MARS pada kegiatan Launching Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai, Kamis (2/7/2026) kemarin.

Hadir dikesempatan itu, Asisten II Setdaprov Riau, Helmi, perwakilan Bank Indonesia, Pelindo Regional I Dumai serta tamu undangan lainnya.

Wali Kota Dumai menyampaikan rasa bangga dan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat. "Inovasi ini sejalan dengan visi Pemko Dumai untuk mentransformasikan Dumai menjadi Smart City yang efisien dan transparan,"katanya.

Pemerintah Kota Dumai sangat bersyukur dan mengapresiasi kolaborasi luar biasa ini. Pelabuhan Dumai adalah wajah depan kota Dumai, bahkan wajah Indonesia bagi pelancong dari negeri jiran. "Dengan diterapkannya sistem non tunai dan QRIS Antarnegara, kita tidak hanya mempermudah pelayanan, tetapi juga menutup celah pungli, meningkatkan akuntabilitas, dan menaikkan kelas pelayanan publik kita ke level internasional,"jelas Paisal.

Paisal mengatakan, bahwa digitalisasi ini akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat tempatan. Potensi wisatawan sangat besar, di mana kuartal pertama tahun ini saja ada lebih dari 15 ribu wisatawan yang masuk lewat pelabuhan Dumai, dan mayoritas dari Malaysia.

"Dengan adanya QRIS Antarnegara, turis asing bisa langsung bertransaksi dengan mudah. Kami berharap seluruh penyedia jasa di pelabuhan segera beradaptasi. Ini peluang emas untuk menggerakkan ekonomi Dumai,"harapnya.

Sementara Pemerintah Provinsi Riau melalui Asisten II Setdaprov Riau, Helmi menyampaikan bahwa Kota Dumai memiliki kontribusi besar dengan menyumbang sekitar 8,6 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Riau.

"Pertumbuhan ekonomi yang kuat harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan publik yang modern, efisien, transparan, dan akuntabel. Karena itu, kami mengapresiasi Bank Indonesia dan Pemko Dumai yang terus mendorong perluasan digitalisasi ini," katanya.{**}


Share
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified