Minggu, 29 Mei 2016 06:50:00
Pria 62 Tahun di Meranti ini Berinisiatif Sendiri Tanam Mangrove
Abrasi di Meranti
SELATPANJANG, MERANTI, RIAU, - Dampak abrasi sangat dirasakan warga pesisir pantai di Kelurahan Selatpanjang Barat, Kepulauan Meranti. Tiang tiang bekas penyangga rumah penduduk menjadi saksi bisu dan keprihatinan akibat terjangan gelombang pasang air laut.
Keprihatinan itu setidaknya terlihat di wajah Kasam Usman. Pria 62 tahun yang akrab disapa Wak Kasam ini berinisiatif sendiri menanam berbagai jenis tanaman mangrove, untuk menimimalisir dampak abrasi pantai.
Sejak tahun 2013 silam, Wak Kasam dengan tangannya sendiri mulai menanam mangrove jenis kayu api api dan batang buah perepat di pesisir pantai wilayah Kelurahan Selatpanjang Barat. Menurutnya jenis mangrove itu mampu menahan gelombang pasang karena akar pohonnya yang kuat.
Penelusuran wartawan bersama Wak Kasam disekitar kawasan pesisir pantai Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebingtinggi, terlihat kondisi bibir pantai memang semakin mengkhawatirkan.
Akibat terjangan air laut menyebabkan kondisi abrasi di bibir pantai setiap tahunnya semakin parah, bahkan rumah rumah penduduk yang sebelumnya pernah ada kini telah ambruk akibat abrasi.
Wak Kasam mengungkapkan, ketika kondisi air laut pasang, maka jarak air bisa mencapai sekitar lima puluh meter ke jalan Haji Sulaiman ujung Kelurahan Selatpanjang Barat. Kondisi itu tentunya sangat dikhawatirkan warga sekitar.
"Lambat laun akan mengakibatkan jalan ini menjadi rusak, bahkan ambruk seperti bangunan bangunan rumah penduduk yang telah ambruk ke laut terlebih dahulu akibat terjangan air laut," ucapnya.
Berkat inisiatif Wak Kasam yang perduli terhadap lingkungan, hingga saat ini telah berhasil dilestarikan tanaman mangrove seluas 150 x 300 meter persegi dengan jenis tanaman kayu api api dan batang buah perepat.
Sungguh luar biasa, semoga kepedulian terhadap lingkungan hidup sekitar seperti yang telah ditunjukkan oleh Wak Kasam menjadi contoh dan inspirasi bagi kita semua. (mcr/roc).
Share
Berita Terkait
Komentar










