Kamis, 25 Agustus 2016 15:37:00
Pasca Tragedi Berdarah Polisi dan Oknum Honorer
RSUD dan Mapolres Meranti Mendadak Dikerumun Massa
SELATPANJANG, MERANTI, ROC - Pasca terjadi kasus pembunuhan anggota Polres Kepulauan Meranti, ribuan warga Selatpanjang padati halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (25/8/2016) siang.
Kedatangan warga ini diketahui setelah adanya kabar tewas AP (24 th) warga Gang Air Merah, Jalan Banglas, Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang diduga telah melakukan pembunuhan terhadap Adil S Tambunan (31 th) warga Jalan Sumbersari, Selatpanjang yang merupakan salah seorang anggota kepolisian Polres Kepulauan Meranti.
Mereka meminta penjelasan secara pasti dari pihak kepolisian terkait meninggalnya AP yang diduga tersangka secara tidak wajar setelah diamankan oleh pihak kepolisian.
"Yang mati sudah jelas mati, tapi mengapa yang hidup pula malah dibunuh. Keadilan seperti apa ini," ucap salah seorang warga bernada geram dalam kerumunan yang menegangkan siang itu.
Sementara itu, pihak kepolisian, pemerintah daerah dan pihak keluarga, serta tokoh masyarakat melakukan mediasi terkait permasalahan tersebut.
Merasa tidak puas dengan hasil mediasi tersebut, ribuan massa langsung mendatang Mapolres Kepulauan Meranti di Jalan Pembangunan, Selatpanjang.
Pantauan dilapangan, sekitar pukul 12.00 siang tadi, ribuan warga berunjuk rasa kembali meminta penjelasan kepada pihak kepolisian. Saat itu, Mapolres Meranti pun dikawal ketat personil yang memakai peralatan lengkap.
"Kami minta polisi menunjukkan kepaada kami siapa pelaku yang menyebabkan adik saya mati ketika dibawa ke rumah sakit," ucap salah seorang pria dengan nada keras yang mengaku kerabat dari tersangka AP.
Berselang tidak lama kemudian, Wakapolres Kompol Rudi Anton Samosir, menemui massa yang berdemo di depan Mapolres. Saat itu, dia menjelaskan kalau pihak kepolisian tetap mengusut kejadian. "Kami minta waktu untuk segera menyelidiki kasus ini," jelas Kompo Rudi.(uzi)










