Selasa, 09 Mei 2017 20:11:00
Advertorial
Waspada, Inhil Bisa Jadi Persembunyian Terorisme
RIAUONE.COM, TEMBILAHAN - Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan, mendukung adanya penyuluhan bahaya terorisme dan radikalisme yang bisa membahayakan kesatuan bangsa Indonesia.
Hal ini disampaikan Kepala Kesbangpol Kabupaten Inhil, Drs Darussalam, dalam sambutan tertulis Bupati Inhil yang dibacakan pada Sosialisasi, Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Terorisme Provinsi Riau 2017 Di Inhil yang diselegarakan Kesbangpol Riau, Selasa (9/5/2017), di Hotel Grand Jalan Batang Tuaka No.32, Tembilahan.
Kegiatan penyuluhan tentang bahaya terorisme ini, kata Darussalam, merupakan kegiatan yang sangat penting dalam rangka menyelaraskan pemahaman dan wawasan guna mewujudkan persamaan persepsi dan gerak dalam menghadapi terorisme dan radikalisme serta potensi konflik yang dapat membahayakan negara.
Menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin ketat dalam era globalisasi dan perubahan yang cepat dan mendasar, bangsa indonesia masih dihadapkan dengan permasalahan dalam negeri yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Antara lain dalam bentuk gerakan separatisme, gerakan radikal kanan dan kiri, dan juga terorisme.
"Sebagaimana kita ketahui keberadaan terorisme di Indonesia merupakan kejahatan bersifat lintas negara, terorganisir dan mempunyai jaringan luas yang mengancam perdamaian, keamanan daerah, nasional maupun internasional. kondisi ini, sangat nyata dan serius membahayakan keamanan bangsa dan negara. dengan kondisi tersebut, penanganan serius secara terpusat, terpadu dan terkoordinasi dengan semua elemen masyarakat di semua lini harus dimulai sejak dini," ucap Darussalam.
Oleh karena itu, sambung Darussalam, diperlukan usaha penyuluhan kepada seluruh komponen bangsa agar memiliki pemahaman dan sikap serta kemampuan untuk mengantisipasi dan mencegah terorisme dan radikalisme tersebut.
Radikalisme dan terorisme merupakan isu aktual yang menjadi problematika bangsa, karena itu perlu secara arif dan bijaksana mengkaji, merumuskan dan memecahkan masalah ini karena dengan kuatnya komitmen pribadi, komitmen organisasi serta komitmen institusi, semua mampu mencapai apa yang diinginkan termasuk mencegah radikalisme dan menangkal isu terorisme tersebut.
Negara yang kuat memerlukan pertahanan yang kuat untuk menangkal dan menghadapi setiap ancaman. Bentuk ancaman yang dihadapi oleh negara bisa dalam bentuk apapun, dengan cara apapun dan oleh siapapun termasuk terorisme. terorisme juga merupakan kejahatan yang tidak bisa ditolerir, tindakan yang tidak berprikemanusiaan, jauh dari peradaban manusia modern bahkan kebudayaan kita, yang merusak ketenteraman sosial, keamanan dan ketertiban hidup bermasyarakat dan bernegara, serta juga menghambat peningkatan dan pembangunan di bidang ekonomi.
"Pengalaman bangsa kita menangani masalah terorisme baik pada tahap penangkalan, pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme di berbagai daerah merupakan modal yang sangat berharga bagi segenap komponen bangsa. pengetahuan mengenai terorisme baik mengenai bentuk aksi, rekruitmen pelaku, organisasi dan jaringan serta modus operandinya pada gilirannya akan mempermudah penggalangan partisipasi masyarakat dalam menutup ruang geraknya serta pencegahan aksi tersebut," ungkap Darussalam.
Sebagaimana diketahui, Riau sebagai salah satu provinsi yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah dan memiliki letak yang strategis yang berbatasan langsung dengan negara asing. Hal itu menjadikan Riau pusat perhatian dan daya tarik tersendiri untuk dijadikan tempat berkunjung dan mencari nafkah. Disamping itu, Riau juga cenderung mempunyai potensi konflik yang lebih tinggi.
"Hal ini juga perlu kita waspadai, apa lagi di Kabupaten Indragiri Hilir memiliki wilayah berupa pulau-pulau yang bisa dijadikan tempat bersembunyi dan jalur masuknya para pelaku terorisme.
Keadaan yang seperti ini seyogyanya membuat kita lebih waspada akan timbulnya dampak-dampak negatif yang nyata-nyata akan merugikan bangsa Indonesia, khususnya Indragiri Hilir ini," kata Darussalam.
Tingkat urbanisasi yang tinggi, rendahnya komunikasi sosial serta kegiatan masyarakat yang sangat kompleks menjadi hal yang kondusif bagi tumbuh kembangnya gerakan-gerakan yang mengusik keamanan dan ketertiban negara yang akhir-akhir ini kerap terjadi. Seperti isu terorisme dan yang saat ini sangat marak hingga meresahkan, yakni gerakan Negara Islam Indonesia (NII).
Jadi, pencerahan kepada masyarakat perihal ideologi negara pun harus terus-menerus disampaikan. Pemahaman dan penghayatan yang kuat mengenai ideologi negara akan menangkal segala macam potensi perpecahan yang muncul. Ketahanan daerah dan roda pemerintahan jangan sampai turut terganggu karena paham-paham menyesatkan seperti itu.
Maka dari itu harus dapat dipastikan bahwa masyarakat jangan sampai mudah untuk disusupi. Heterogenitas masyarakat baik etnis, agama, ras dan golongan juga menjadi salah satu sasaran menyusupnya ajaran terorisme yang harus diawasi perkembangannya.
"Kata kuncinya adalah kolaborasi sinergis baik dalam internal organisasi maupun sesama masyarakat, karena itu hal ini perlu kita bangun terus dengan peningkatan rasa kebersamaan dan kolaborasi lintas sektoral, agama, etnis, suku dan ras seperti yang selama ini sudah dilaksanakan, dengan demikian maka riau dan inhil khususnya akan menjadi daerah yang aman selamanya," ungkap Darussalam. (adv)
Share
Berita Terkait
H Dani M Nursalam dan H Ferryandi Hadiri Undangan Buka Bersama Mitra Wartawan Inhil
INHIL, TEMBILAHAN - H Dani M Nursalam dan H Ferryandi, dua politisi yang namanya santer akan mengisi bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pa
Besok, PLN Tembilahan Padam Total
RIAUONE.COM, TEMBILAHAN , - PT PLN Rayon Tembilahan kembali jadwalkan pemadaman total mulai pukul 09.00 Wib hingga pukul 14.00 Wib, Sabtu (1/12/2018) besok.
Diterangkan ma
Listrik Sering Padam Mendadak, Ini Penjelasan PLN Rayon Tembilahan
RIAUONE.COM,TEMBILAHAN-Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tembilahan menyampaikan permintaan maaf atas terganggunya kenyamanan pelanggan, diakibatkan terjadinya
Pembahasan RUU Terorisme Sudah Mau Final, Namun Permerintah Menundanya
NASIONAL, - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai keinginan Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Terorisme tidak diperlukan
Komentar










