• Home
  • Riau Raya
  • Danlanal Dumai, Kolonel Laut (P) Avianto Rooswirawan ke Pemkab Bengkalis
Selasa, 12 Mei 2015 15:05:00

Danlanal Dumai, Kolonel Laut (P) Avianto Rooswirawan ke Pemkab Bengkalis

Wakil Bupati Bengkalis dan Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Avianto Rooswirawan
RIAUONE.COM, BENGKALIS, ROC - Dalam rangka menjalin silaturahmi serta membahas kondisi keamanan di wilayah pulau Bengkalis, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Dumai, Kolonel Laut (P) Avianto Rooswirawan berkunjung ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis.
 
Kehadiran orang nomor satu di Pangkalan Angkatan Laut wilayah maritim Riau ini disambut oleh Wakil Bupati Bengkalis, H Suayatno diruang kerjanya, Selasa (12/05/2015). 
 
Menurut Danlanal semenjak dirinya ditugaskan sejak bulan Januari silam, baru kali ini berkesempatan berkunjung ke Pemkab Bengkalis. 
 
foto :  Wakil Bupati Bengkalis dan Danlanal Dumai  Kolonel Laut (P) Avianto Rooswirawan. (hms)
 
"Kunjungan ini selain silaturahmi juga untuk lebih mempererat kerjasama yang sudah terjalin selama ini antara Lanal Dumai dan Pemkab Bengkalis mengingat Bengkalis menjadi bagian tak terpisahkan dari lima wilayah kerja kami yakni Dumai, Rohil, Meranti dan Siak", ujar Avianto.
 
Selain itu, Avianto menuturkan hal yang tak kalah pentingnya adalah Bengkalis menjadi wilayah terluar Indonesia, berada di jalur strategis dan diapit dua negara, Malaysia dan Singapura sehingga rentan terhadap masalah keamanan.
 
"Baru-baru ini kita dapat informasi ada ribuan imigran gelap dari Myanmar yang terdampar di Aceh. Mereka adalah Muslim Rohingya, nekad melakukan perjalanan berbahaya melalui laut untuk menghindari konflik agama dan etnis di kampung halaman mereka", sambung Avianto.
 
Oleh karena itu, Avianto mengkhawatirkan masih banyak imigran gelap tersebut yang saat ini masih terombang-ambing dilautan dan berencana memilih Bengkalis sebagai tempat berlabuh.
 
"Dari informasi yang kita dapat tujuan mereka awalnya ke Malaysia, yang kita takutkan karena Bengkalis berbatasan dengan negeri Jiran, dikhawatirkan mereka akan terdampar di Bengkalis ini. Oleh karena itu saya himbau kepada nelayan apabila melihat kapal mencurigakan agar segera memberi tahu kami" imbaunya.
 
Sementara itu, Wabup Suayatno mengutarakan saat ini yang paling mengkhawatirkan adalah semakin marak dan meresahkannya peredaran narkoba di wilayah berjuluk Negeri Junjungan. Oleh karena itu diharapkan peran serta dari Lanal Dumai untuk melakukan pemantauan disejumlah 'pelabuhan tikus' di Kabupaten Bengkalis.
 
"Keberadaan 'pelabuhan tikus' menjadi pintu masuk favorit jaringan narkoba internasional untuk memasuk barang haram itu ke Indonesia. Bisa dikatakan, 'pelabuhan tikus' menjadi lahan subur bagi penyelundup narkoba, tidak terkecuali di Bengkalis ini", ujar Wabup yang juga sebagai ketua Badan Narkotika (BNK) Kabupaten Bengkalis ini.
 
Dalam kunjungan tersebut juga dihadiri Danposal Kabupaten Bengkalis, Kapten Laut (PM) Sunaryo, Pas Intel Lanal Dumai, Mayor Laut (P) Suryadi Permana, Pasmin Lok Lanal Dumai, Mayor Laut (P) Vidi Kurniawan, dan Kapten Laut (T) Rio. (zar/hms)
 
Share
Berita Terkait
  • 2 jam lalu

    Wood Mackenzie: Europe's Power Sector Hits 80% Zero-Carbon Generation by 2030, But Misses Its Own Renewables Target

    LONDON/HOUSTON/SINGAPORE, Sept. 29, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- FOR IMMEDIATE RELEASE
  • 6 hari lalu

    Replacing decommissioned renewables will take solar and wind installations to new heights as 2.5 TW of projects reach end of life by the 2040s

    In the 2040s, accelerating decommissioning will drive solar and wind installations high
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified