
Minggu, 16 November 2014 09:19:00
Herliyan Saleh : Potensi Baz Bengkalis Luar Biasa Besar
riauonecom, Bengkalis, roc, - Potensi zakat profesi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis sangat besar. Sayangnya hal itu belum sepenuhnya digarap dengan baik oleh Badan Amil Zakat (BAZ) Bengkalis. Padahal bila diberdayakan secara optimal, banyak persoalan umat di daerah ini dapat diselesaikan.
Karena itu, Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh berharap BAZ Bengkalis proaktif menggarap potensi itu. “Pemkab Bengkalis sepenuhnya siap membantu cara pengumpulannya. Misalnya melalui pemotongan gaji pegawai yang sudah mencapai nisab”, katanya.
Sepengetahuannya, jelas Herliyan, nisab zakat profesi setara dengan harga 520 kg beras. Jadi, apabila harga beras per kilogram diasumsikan Rp 8.500, nisab zakat profesi per bulannya 520 x Rp 8.500 atau sebesar Rp 4.420.000 per bulan.
“Karenanya, jika penghasilan bersih seorang pegawai Pemkab Bengkalis per bulan mencapai Rp 4.420.000, maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen atau Rp. 110.500 dari penghasilan bersihnya itu”, terang Herliyan.
Kata Herliyan, dari 8.233 orang pegawai di Pemkab Bengkalis umumnya muslim. Dari jumlah itu, menurut perkiraannya paling sedikit 75 persen diantaranya penghasilannya per bulan di atas Rp. 4.420.000. Terkena kewajiban untuk membayar zakat profesi.
Bahkan karena adanya tambahan penghasilan atau insentif dan penghasilan lainnya yang sah, imbuhnya, sebagian pegawai ada yang pendapatannya dua kali lipat. Artinya, bila 75 persen pegawai itu membayar zakat profesi, maka dalam setahun dapat terkumpul dana paling sedikit hampir Rp. 11 milyar.
“Bila dana itu digunakan untuk bantuan beasiswa anak-anak fakir miskin dan satu orang misalnya mendapat bantuan biaya pendidikan Rp. 5.000.000, maka dalam setahun lebih dari 2.000 pelajar atau mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang bisa dibantu”, ujar Herliyan memberi contoh, seraya mengatakan sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia bahwa penggunaan zakat untuk keperluan pendidikan dalam bentuk beasiswa hukumnya sah.
Intinya, sambungnya, banyak persoalan umat dari 8 golongan orang-orang yang berhak mendapatkan zakat yang ada di daerah ini yang bisa diatasi jika potensi yang besar itu digarap BAZ dengan baik, tanpa harus tergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) Bengkalis.
Ditambahkan Herliyan, cara-cara pengelolaan zakat profesi ini salah satu ‘ilmu’ yang akan diadposi dan diterapka di Kabupaten Bengkalis sebagai hasil kunjungan kerja ke Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat pada 6 November 2014 lalu.
Diceritakan Herliyan, zakat profesi yang terkumpul dari pegawai di Pemkab Pariaman setahunnya kurang lebih Rp. 2,5 milyar. Meskipun demikian, banyak persoalan umat di sana yang bisa diselesaikan.
“Contohnya dipergunakan untuk bantuan biaya berobat karena gizi buruk. Sehingga dana APBD Padang Pariaman yang seharusnya dialokasikan untuk itu, bisa dimanfaatkan untuk yang pembangunan lainnya”, ujarnya sebagaimana dikutip Kabag Humas Pemkab Bengkalis, Johansyah Syafri dan disampaikannya kepada wartawan, Minggu (16/11/2014).
Karenanya, bila potensi zakat profesi di Pemkab Bengkalis yang jumlahnya empat kali lipat dibandingkan di Padang Pariaman dapat diotimalkan BAZ Bengkalis, sambungnya, tentu lebih banyak lagi persoalan umat yang bisa diatasi.
Mengenai teknis pengumpulannya, katanya, tidak sulit. Setiap bulannya langsung dikumpulkan oleh bendaharawan pengeluaran atau bendaharawan gaji yang ada di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dipotong sebelum gaji diserahkan.
Untuk itu Herliyan mengatakan, dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan khusus dengan berbagai pihak terkait untuk membahas agar potensi zakat profesi di Pemkab Bengkalis dapat dioptimalkan.
“Alhamdulillah, ketika hal ini disosialisasikan kepada masing-masing kepala SKPD, mereka meresponnya dengan baik. Semua siap dan mendukung sepenuhnya”, pungkasnya. (zar/roc/hms)
Share
Berita Terkait
AMBISI Dorong APH usut tuntas perusahaan tambak udang di desa kembung luar
RIAUONE, BENGKALIS - AMBISI (Aliansi mahasiswa Bengkalis peduli) Mendorong kejaksaan Bengkalis untuk menindak lanjuti perusahaan tambak yang masih ber operasi di laha
PSN Jembatan Pulau Bengkalis - Sungai Pakning, Tunggu Rekomendasi Teknis dari Kementerian PUPR
Pasangan Abdul Wahid - SF Hariyanto : Jembatan Bengkalis Bukan Janji Politik, Tapi Bagian dari Kewajiban
Kapal Roro Rusak dan Masuk docking, Penyeberangan Air Putih-Selari Dilayani Dua Ro-Ro
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










