• Home
  • Riau Raya
  • Komandan Satgas Penanggulangan Karhutla TNI : Saat ini ada 1,059 TNI di Provinsi Riau
Rabu, 23 September 2015 17:36:00

Komandan Satgas Penanggulangan Karhutla TNI : Saat ini ada 1,059 TNI di Provinsi Riau

sintel Divif-1 Kostrad Kolonel Inf Dwi Suharjo bersama Pj Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie saat meninjau Pos Pemantau BPBD-Damkar di Desa Sepahat.
RIAUONE.COM, SUNGAIPAKNING, BENGKALIS, ROC, - Komandan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan TNI, Kolonel Inf Dwi Suharjo menegaskan, dalam rangka membantu menanggulangi Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) serta kabut asap di Provinsi Riau, saat ini ditugaskan satu batalyon anggota TNI.
 
“Ada 1.059 anggota TNI dari berbagai kesatuan, baik itu TNI angkatan Darat, Laut dan Udara yang ditugaskan untuk membantu menanggulangi Karhutla di Provinsi Riau. Termasuk yang ditugaskan di Kabupaten Bengkalis dan Kecamatan Bukit Batu ini,” jelas Dwi Suharjo.
 
Didampingi Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie, Asintel Divif-1 Kostrad tersebut mengemukakan hal itu ketika menggelar
pertemuan di Pos Pemantau Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis di Desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu Rabu (23/9/2015) siang.
 
Kedatangan Dwi Suharjo Tim Satgas Udara dari Lanud Ruesmin Nuryadin Pekanbaru Kapten Yudi Amrizal serta Kepala BPBD Provinsi Riau Edward Sanger ke Pos BPBD-Damkar Sepahat itu sebagai bagian dari pemantauan langsung kondisi terkini Karlahut di Provinsi Riau. Khususnya di wilayah Kabupaten Bengkalis dari udara.
 
“Berikan informasi yang benar dan lengkap kepada anggota Satgas jika terjadi Karhutla, sehingga mereka dapat memberikan bantuan penanganan secepatnya. Masyarakat berhak menegur dan melaporkan mereka bila tidak melaksanakan tugas dengan baik,” pesan Dwi Suharjo kepada peserta pertemuan tersebut.
 
Dwi Suharjo mengatakan, berdasarkan pantauannya dari udara saat sebelum mendarat di helipad di belakang Pos BPBD-Damkar, di wilayah Kabupaten Bengkalis yang dilaluinya sama sekali tidak ditemui titik api.
 
Di bagian lain Dwi mengingatkan bahwa antara TNI dan rakyat itu harus senantiasa manunggal. Satu sama lain ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Karena bersama rakyat TNI menjadi hebat dan kuat.
 
“Begitu juga dalam penanggulangan Karhutla yang terjadi saat ini, antara TNI harus saling bantu membantu mengatasinya. Karena itu
berikan informasi dimana lokasi terjadi Karhutla kepada anggota Satgas dengan benar dan cepat, karena masyarakat setempat mengetahui kondisi lapangan yang sesungguhnya,” harap Dwi Suharjo.
 
Kepada anggota yang ditugaskan di Kecamatan Bukit Batu yang juga hadir dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 35 itu, Dwi Suharjo berpesan agar melaksanakan tugas dan amanah yang diberikan negara tersebut dengan penuh rasa tanggungjawab.
 
"Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Bantu Pemerintah Bengkalis dan masyarakat dalam menanggulangi Karlahut. Jaga kesehatan," pesan Dwi Suharjo, sambil menyalami anggota satu per satu dengan salam komando khas anggota TNI.
 
Dengan menggunakan helikopter Dwi Suharjo tiba di Pos BPBD-Damkar sekitar pukul 13.20 WIB. Selain mengadakan pertemuan, dia juga menyempatkan diri meninjau canal blocking yang ada di sekitar Pos tersebut.
 
Menggunakan helicopter yang sama, Dwi Suharjo dan rombongan meninggalkan landasan helipad Pos BPBD-Damkar Sepahat untuk kembali ke Pekanbaru, sekitar pukul 14.20 WIB. (zar/hms).
Share
Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Riau, Kabupaten PENGHASIL MIGAS Ini Kerisis BBM, Hampir 1 Pulau ini tidak ada BBM "Ibarat Ayam Mati di Lumbung Padi"

    BENGKALIS, - Beberapa pekan ini, tidak menentu kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis
  • 2 tahun lalu

    PSN Jembatan Pulau Bengkalis - Sungai Pakning, Tunggu Rekomendasi Teknis dari Kementerian PUPR


  • 2 tahun lalu

    Pasangan Abdul Wahid - SF Hariyanto : Jembatan Bengkalis Bukan Janji Politik, Tapi Bagian dari Kewajiban


    Komentar
  •