Kamis, 27 November 2014 07:18:00
10 Poin Kesepakatan Harus Dipatuhi Agen dan Pangkalan LPG
riauonecom, Dumai, - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Dumai menggelar rapat dengan SPBE, Agen dan pangkalan secara berkala. Hal ini merupakan upaya tindak lanjut keresahan masyarakat soal kurangnya isi volume gas elpiji ukuran 3 kilogram.
Kepala Disperindag Kota Dumai Zulkarnaen, mengatakan dari hasil pertemuan yang dilaksanakan itu, ada 10 poin kesepakatan yang harus dipatuhi pihak Agen dan Pangkalan Elpiji di Kota Dumai. 10 Poin itu diantaranya setiap pangakalan wajib menyediakan timbangan.
Mengenai harga tabung yang kini bervariasi, Disperindag sudah mengimbau agar agen dan pangkalan menjual sesuai HET.
“ Seharusnya HET dari agen ke pangkalan Rp14.750 lalu dijual kepada masyarakat seharga Rp 16 Ribu,” ujarnya.
Dijelaskan Zulkarnaen, pihaknya banyak menerima informasi dilapangan mengenai LPG 3 kg mulai langka, harga tidak sesuai HET dan pendistribusian tidak tepat serta isi tabung berkurang. Tentunya, ini masalah serius yang perlu ditangani.
“ Kalau kondisi sekarang pangkalan banyak menjual harga diatas HET mencapai Rp25-30 ribu/tabung, tentu saja itu melanggar. Bayangkan saja setiap pangkalan bisa meraup keuntungan hingga 4-7 ribu/tabung, ini sudah menyalahi,” tegasnya.
Oleh sebab itu, kata Zulkarnaen, untuk menyamakan persepsi tentang harga pihaknya bakal menggelar rapat kembali dengan agen dan pangkalan serta melibatkan tokoh masyarakat di Kota Dumai. Sehingga persoalan gas elpiji tidak berlarut-larut.
Kemudian masalah pendistribusian banyak agen dan pangkalan yang bersikap tidak adil, ditambahkannya, agen menyalurkan ke pangkalan hanya puluhan dan sementara sesuai kontrak kerja itu mencapai ratusan.
“ Kita tidak ingin agen semena-mena juga dengan pangkalan terkait pendistribusian, itu kan termasuk pelanggaran. Dengan adanya rapat ditegaskan agar Agen memperlihatkan isi kontrak kerja ke kita sebelum tabung didistribusikan kepangkalan,” pintanya.
Selanjutnya, masalah isi tabung kerap kurang hingga setengah. Maka kebijakan yang diberikan kepada Pangkalan wajib menyediakan/stand by timbangan. Tujuan agar masyarakat yang membeli bisa langsung menimbang berat tabung dilokasi dengan normalnya 7.8 Kg.
“ Apabila kurang dari itu, warga berhak komplin dengan catatan segel berwarna putih belum dibuka sehingga pangkalan pun bisa komplin ke agen terus ke SPBE. Sebab bisa saja tabung tersebut ilegal datang dari luar,” jelas Zulkarnaen.
Selain timbangan, Lanjutnya, sesuai prosedur pangkalan juga harus menyediakan racun api dan lengkap administrasi. Terakhir masalah pendistribusian mengingatkan kembali kepangkalan agar menjual tabung diprioritaskan masyarakat sekitar dengan memperlihatkan Kartu Keluarga (KK).
“ Sebab berdasar pengaduan masyarakat banyak pangkalan yang menyalurkan LPG untuk orang lain dibanding masyarakat sekitar, karena keuntungan yang diraih lebih banyak ketimbang melayani masyarakat sekitar pangkalan itu sendiri,” tukasnya. (ka/roc)
Share
Berita Terkait
Spele, tapi Banyak diantara Kita Lupa Cara Memasak Nasi yang Enak dan Pulen, Berikut Tips-nya
DAPUR, - Memasak nasi yang enak dan pulen sebenar
Pertandingan PSM Makassar dan Persijap Jepara Hasil Imbang, Mario Lemos Belum Puas
BOLLA, - Pertandingan antara PSM Makassar dan Persijap Jepara telah berlangsung pada Jumat, 8 Agustus 2025, sebagai laga pembuka BRI Super League 2025/2026. Hasil akh
Komisi I DPR RI Minta TNI yang menjabat di luar 14 K/L agar segera mengundurkan diri atau Pensiun sebagai Prajurit
NASIONAL, POLITIK, - Komisi I DPR RI Minta TNI
AMBISI Dorong APH usut tuntas perusahaan tambak udang di desa kembung luar
RIAUONE, BENGKALIS - AMBISI (Aliansi mahasiswa Bengkalis peduli) Mendorong kejaksaan Bengkalis untuk menindak lanjuti perusahaan tambak yang masih ber operasi di laha
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










