
Senin, 12 Januari 2015 14:40:00
Warga Padati Masjid Nurul Iman Kelurahan Pematangreba Inhu
riauone.com, rengat, roc - Kehadiran Guru Besar UIN Suska Riau, Prof.Ahmad Mujahiddin, MAg menjadi maknet tersendiri bagi warga Kelurahan Pematangreba, Kabupaten Inhu. Buktinya, warga memadati masjid ini dalam acara Maulud Nabi Muhammad SAW yang digelar Ahad malam (11/1) kemarin.
Masyarakat cukup antusias ikuti acara Maulud dimaksud. Bukan hanya jemaah masjid Nurul Iman saja, melainkan jemaah masjid dan musalah di Kelurahan Pematangreba, Kecamatan Rengat Barat. Karena, pengumuman akan dilaksanakan acara Maulud Nabi Muhammad SAW sudah disampaikan kepada warga melalui undangan yang di sampaikan pada pengurus masjid dan musalah didaerah. Surat itu juga bacakan panitia beberapa masjid pada saat salat Jumat Pekan lalu .
Penceramah Guru besar UIN Suska Riau, Prof. Ahmad Mujahidin, MAg. Hadir juga Anggota DPRD Inhu yang berdomisi di Kecamatan Rengat Barat, seperti Encik Afrizal Ali, dan Suroko, tokoh masyarakat, dan jemaah serta pengurus masjid di Kelurahan Pematangreba.
Menurut pengurus masjid Nurul Iman, H. Zulkifli Gani mengatakan, memperingati Maulid ini memang diharapkan tumpah ruah dihadiri masyarakat. Sebab ini kesempatan pertama dihadiri profesor asal Belilas Kecamatan Seberida ini."Kedatangan Profesor di masjid sudah lama kita tunggu-tunggu. Alhamdulillah bisa terlaksana,"ujarnya.
Prof. Ahmad Mujahidin MAg, dalam uriannya mengatakan, penyebutan maulid lebih pada peringatan tempat dan tanggal, atau isim tempat dan isim zaman. Tapi penyebutan Mauluud yang lebih tepat adalah isim map'ul, yang artinya obyek yang dilahirkan.
Yang menjadi pertanyaan mendasar ucapnya, mengapa Muhammad lahir kemuka bumi, serta mengapa mengkaji maulud Nabi tak pernah habis dari dulu sampai hari akhir nanti."Mengapa mengkaji maulud Nabi tak pernah habis, dari dulu sampai sekarang. Inilah salah satu ke istimewaan, Rasulullah SAw,"ucapnya.
Nabi Muhammad merupakan saidul awalun. Padahal Beliau belum ada waktu itu. Karena penghulu yang paling awal, padahal beliau adalah Nabi yang paling akhir. Bahkan saat Nabi Adam AS, akan menyentuh Siti Hawa, Allah SWT memerintahkan terlebih untuk bersahadat. Bahkan mas kawin untuk kedua manusia pertama diciptakan itu adalah salawat kepada Nabi Muhammad.
Inilah yang jadi pertanyaan besar, mengapa Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Adam AS, untuk bersahadat dengan menyandingkan nama Allah SWT dengan nama Muhammad. Padahal Nabi Muhammad saat itu belum ada dan jarak keduanya ribuan tahun.
Ada banyak penjelasan Profesor pertama asal Inhu ini yang menarik untuk dicermati. Bahkan waktu sekitar dua jam itu berlalu tanpa terasa oleh jemaah yang khusuk mendengarkan uraian dari Profesor yang menguasai sejumlah bahasa internasional ini. (ari)
Share
Berita Terkait
Long Hours, Changing Postures: Sihoo to Showcase Next-Generation Ergonomic Office Chairs at ORGATEC 2026
COLOGNE, Germany, Sept. 29, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- Sihoo will exhibit at ORGATEC 2026
Beijing Chaoyang: A Sleepless City, A Stage for the World
BEIJING, CHINA - Media OutReach Newswire - 29 September 2026 - Light dances on the wate
SJ selects Icomera for fleet-wide satellite connectivity rollout across SJ 3000 trains
Image: SJ 3000 train operating on Sweden's rail network, travelling thr
ERS electronic Unveils Fully Automated 310 x 310 mm Panel-Level Packaging System to Power AI and Chiplet Architectures
ERS electronic, the industry leader of thermal management solutions f
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










