
Senin, 09 Maret 2015 21:28:00
Pasien Komplain Pelayanan Klinik Sundari Selatpanjang
RIAUONE.COM, SELATPANJANG, MERANTI, ROC - Pihak keluarga salah seorang pasien ibu hamil di Selatpanjang ini mengeluh terhadap penanganan di Klinik Sundari Jalan Ismail Selatpanjang. Dimana menurutnya penanganan kelinik tersebut tidak maksimal yang telah menyebabkan kematian terhadap bayi dalam kandungan isterinya.
Suami salah seorang ibu hamil yang enggan disebutkan namanya itu menceritakan, awalnya pada Senin (3/3/2015) istrinya yang sedang hamil mengalami pecah ketuban di tempatnya bekerja. Kemudian dibawanya ke klinik Sundari untuk pemeriksaan.
Tiba di klinik tersebut pasien ditangani oleh salah seorang dokter kandungan di sana. Menurut dokter, kondisi pasien baik-baik saja lalu disuruh istirahat di rumah. "Bahkan dia (dokter,red) bilang kalau memang isteri saya sanggup bekerja, silahkan aja," ceritanya.
Meski sempat panik dan tegang atas kondisi istrinya itu, namun penjelasan dokter cukup menenangkan hatinya. Lalu pasien yang mengandung anak pertama itu lalu pulang dan beristirahat di rumah.
Hingga Kamis (5/3/2015) malam, pasien merasakan bayi di dalam kandungannya sudah tidak bergerak. Kemudian keesokan harinya Jumat (6/3/2015), ibu hamil itu bersama sang suami kembali ke klinik sundari untuk melakukan pemeriksaan kembali.
"Baru dari sana istri saya langsung dirujuk ke RSUD untuk penanganan. Disana saya tau kalau anak kembar saya yang berada didalam kandungan istri sudah tidak bernyawa," tuturnya.
Selanjutnya, saat di rumah sakit istrinya diberi obat perangsang untuk mengeluarkan bayi. Namun hingga Sabtu (7/3/2015) atau hari ke empat setelah pecah ketuban istrinya belum juga melahirkan, sehingga diambil tindakan operasi.
"Memang semua itu kehendak Tuhan, kami maklumi. Hanya saja kita kesal dengan penanganan dan diagnosa di klinik Sundari yang tidak hati-hati dan sembarangan," keluhnya.
Dia berharap ada perubahan atau teguran dari pihak-pihak terkait, terkait standar operasional di klinik tersebut. Agar tidak dialami juga oleh calon orang tua yang lain.
"Biarlah bayi kembar kami yang jadi pelajaran, asalkan tidak terulang lagi pada bayi-bayi lain," harapnya. (mas)
Share
Berita Terkait
Nasabah Komplain Sudah Siang Bank Belum Buka, BTN Dumai Buka Pukul 9 Pagi
DUMAI, - Pagi 06/09/2021 Adi cepat-cepat ke KCP Bank Tabungan Negara (BTN) di Jalan Sukajadi Dumai, pagi jam 8 Adi sudah didepan Bank plat merah tersebut.
" Jam 8 pagi ban
Di Pekanbaru Kunjungan Mal Pelayanan Publik Masih Berkisar 400 Orang Dalam Sehari
RIAU, PEKANBARU, - Jumlah kunjungan masyarakat ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru saat ini mencapai 400 orang dalam satu hari. Mereka mengakses layanan secara tatap muka di
Parah Pelayanan Puskesmas di Perawang Siak, Ibu Ini Berobat di Suruh Pulang
RIAUONE.COM,SIAK- Seorang ibu bernama Noviatun (47), warga Perawang Kabupaten Siak kecewa dengan pelayanan Puskesmas di Tualang. Pasalnya, anak ke
Imigrasi Selatpanjang Mengaku Tidak Pernah Menolak Permohonan dari Masyarakat
RIAUONE, Meranti - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang pastikan Surat Keterangan (Suket) bisa digunakan untuk pengurusan paspor. Pihak Imigrasi juga mengaku tidak pernah m
Komentar










