• Home
  • Riau Raya
  • Potensi Meranti Dipaparkan dalam Forum Bisnis Investasi dan Expo Potensi Daerah Perbatasan
Kamis, 01 Desember 2016 20:14:00

Potensi Meranti Dipaparkan dalam Forum Bisnis Investasi dan Expo Potensi Daerah Perbatasan

JAKARTA, ROC - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi menawarkan berbagai potensi dalam mengikuti diskusi Forum Bisnis dan Investasi serta Expo Potensi Daerah Perbatasan yang diselenggarakan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, di Bhinarawa Room, Gedung Bidakarya, Pancoran, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
 
Dihadapan sejumlah Kementerian serta Kepala Daerah mengikuti acara tersebut, Bupati Irwan didampingi Kepala Dinas Kehutanan Makmun Murod dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Herman, memaparkan tentang letak Kabupaten Meranti yang strategis, berhadapan langsung dengan negara tetangga Malaysia yang hanya berjarak 94 kilometer saja. Tentunya saja sangat menguntungkan dalam hal pemasaran.
 
"Kita keterbatasan infrastruktur dan teknologi. Sebagian besar potensi Meranti khususnya sagu, baru bisa dipasarkan disektor hulu atau bahan baku, sehingga belum memberikan nilai tambah yang besar bagi daerah dan masyarakat Meranti. Jika ada industri hilir dan teknologi, potensi sagu ini bisa kita olah menjadi gula cair, tepung, mie dan turunan lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi," ujar Murod.
 
Lebih jauh dijelaskan Murod, potensi kebun sagu di Meranti mencapai 60 Ribu hektar, dan Sagu yang dihasilkan adalah Sagu berkualitas premium yang digunakan untuk mencukupi 90 persen kebutuhan sagu nasional. "Ini merupakan potensi investasi yang sangat menjanjikan. Untuk itu, kami selalu terbuka mengundang semua investor yang berminat berinvestasi di Meranti," paparnya.
 
Sagu juga dapat diolah untuk menghasilkan gula cair dan kering. Potensi lainnya limbah sagu yang dapat dijadikan pakan ternak Sapi. Jika mampu dimanfaatkan maka dapat memberi pakan ternak sapi hingga 20 ribu ekor. Kulit batang sagu juga dapat dimanfaatkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa yang mampu menghasilkan daya sebesar 10 MW. 
 
"Meranti juga memiliki potensi kopi yang sedikit berbeda dengan daerah lainnya. Biasanya kopi dihasilkan didataran tinggi, tapi di Meranti justru ditanam didataran rendah seluas 1200 hektar. Sayangnya, kopi Meranti masih dijual dalam bentuk bahan baku bulatan ke Malaysia. Jika ada investor yang ingin mengembangkannya silahkan ke Meranti," jelasnya Murod.
 
Selain itu, Meranti juga punya potensi investasi 9 juta karet pertahun yang belum ada industri hilirnya. Potensi Kelapa 1 juta lebih perbulan juga perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. "Semuanya mesti dapat perhatian serius yang diwujudkan melalui dukungan infrastruktur dan teknologi. Kami harap Kementerian Desa dan lainnya dapat memperhatikan keberadaan Meranti," harap Murod.
 
Adapun narasumber yang dilibatkan dalam diskusi tersebut terdiri dari Kementerian, Lembaga, Pelaku Bisnis dan Pemerintah Daerah, diantaranya Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Pariwisata Dr Ir Arief Yahya, Kepala BKPM Tomas Lembong, dan pihak Kementerian Pertanian.
 
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, memaparkan Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi 5-7 Persen pertahun yang dulunya negara tertinggal telah tumbuh menjadi sebuah kekuatan ekonomi nomor 16 terbesar di dunia, dibanding negara eropa yang pendapatan perkapitanya cukup tinggi masuk kategori negara maju hanya 4 negara yang bisa menjadi anggota G20 dan Indonesia masuk nomor 16.
 
Diprediksi tahun 2035 Indonesia akan berada diperingkat antara 5 sampai 8. Karena memiliki lahan tropis nomor 2 di dunia, garis pantai nomor dua terpanjang didunia, dan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia, dan beberapa tahun lagi akan berada pada posisi demografi bonus dimana jumlah angkatan kerja produktif akan mencapai 67 persen. Sementara negara maju saat ini angkatan kerja produktifnya hanya berkisar 35 persen saja. 
 
Untuk mengembangkan daerah perbatasan ini, sebut Eko, diperlukan sinergitas dari semua Kementerian agar desa-desa bisa berkembang. Membangun desa dan daerah perbatasan menurutnya harus dilakukan oleh semua stakeholder, hingga ditingkat pemerintahan desa dan masyarakatnya serta pelaku dunia usaha.
 
Sementara itu Menteri Pariwisata Dr Ir Arief Yahya, menyebutkan daerah perbatasan sangat berpotensi untuk pengembangan sektor pariwisata karena dapat menciptakan lapangan kerja murah dan mudah, dan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
 
Untuk itu, Ia mengajak Kepala Daerah yang berada didaerah perbatasan dapat mengembangkan potensi ini dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dan menjadikan daerah perbatasan menjadi halaman depan NKRI yang maju dan sejahtera serta memiliki daya saing yang unggul.(rls/uzi)
 
Share
Berita Terkait
  • -40506 detik lalu

    OTP Bank Becomes First EU Financial Institution to Open a EUR 7 Billion EMTN Programme on the Hong Kong Stock Exchange

    Rated AAA on the China national scale by Lianhe and recently ranked 398th on Forbes Glo
  • -40326 detik lalu

    Save the Children Hong Kong's Play to Thrive: Prioritising Personal Growth Over Competitive Success

    World Cup Fever Returns: Learning Emotional Management on the Pitch
  • -40206 detik lalu

    Greenworks Deepens Its Localisation Strategy in Europe, Building a New Pillar for Global Growth

  • 5 jam lalu

    Constellation Brands Reports First Quarter Fiscal 2027 Financial Results

    Komentar
  •