- Home
- Riau Raya
- Bulan Mei ini Kemarau lagi, BNPB Prediksi Kebakaran Hutan dan Lahan Riau akan kembali terjadi

Kamis, 01 Mei 2014 08:54:00
Bulan Mei ini Kemarau lagi, BNPB Prediksi Kebakaran Hutan dan Lahan Riau akan kembali terjadi
riauone.com, Pekanbaru, ROC - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi kebakaran hutan dan lahan di Riau akan kembali terjadi, karena pada bulan Mei ini Riau dilanda kekeringan. Atas hal ini baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Riau mewaspadai akan adanya bencana kabut asap yang terjadi akibat kebakaran.
"Memasuki musim kemarau Mei hingga Agustus diprediksi kebakaran hutan dan lahan akan kembali meningkat," kata Deputi BNPB Tri Budiarto di Pekanbaru dalam acara seminar Riau Tanpa Asap, kemarin.
Menurut Tri Budiarto bahwa penyebab kebakaran hutan adalah akibat ulah tangan manusia. Bukan akibat alam. Berdasarkan Intruksi Presiden bahwa penangulangan asap di Riau merupakan tanggangjawab kepala daerah seperti bupati dan walikota. Sedangkan Perintah Propinsi Riau menyokong dan Pemerintah Pusat mendampingi. Tetapi jika kebakaran makin parah, maka pemerintah siap ambil komando.
"Kebakaran hutan merupakan bencana nasional dan telah menjadi isu kawasan. Kami mengharapkan semua pihak baik masyarakat, korporasi, akademisi, TNI, Polri dan unsur-unsur terkait di daerah bekerja sama dan memberikan masukkan yang bisa diterima dan dimplementasikan agar masalah kebakaran tidak terulang lagi," jelasnya.
Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menyambut positif ajakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk berbagi praktik terbaik dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan asap di Riau. "Pendekatan multi-stakeholder ini sangat baik untuk mencapai tujuan solusi tuntas Riau bebas asap," kata bos perusahaan pulp dan kertas terbesar di Asia tenggara yang hadir dalam acara tersebut.
Kusnan menambahkan, perusahaan telah menerapkan kebijakan pembukaan lahan tanpa bakar (no-burn policy) sejak perusahaan beroperasi. Perusahaan juga menerapkan teknologi tata kelola air (ekohidro) untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan. " Pengelolaan tata kelola air yang baik dapat mengurangi risiko kebakaran lahan," kata Kusnan.
Terkait penanganan kebakaran hutan, Kusnan Rahmin mengatakan, pihaknya menginvestasikan USD6 juta untuk peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Perusahaan juga mengeluarkan biaya Rp2 miliar untuk biaya perawatannya. (okz/trb/roc)
Share
Berita Terkait
Trevor Noah, Esther Perel, and Dame Jacinda Ardern to headline Nordic Business Forum 2027 in Helsinki
Over 5,000 Tickets Sold Within 24 Hours Following the Publishment of the 2027 Theme and
Mayo Clinic Laboratories Invests in Pathology Asia Holdings and LifeStrands Genomics to Advance Diagnostics and Precision Medicine
ROCHESTER, MINN., US / SINGAPORE - Media OutReach Newswire - 23 September 2026 - Mayo C
Digital Realty Survey Finds More Than Half of Asia Pacific Enterprises Plan to Increase AI Investment by More Than 25%
Singapore focuses on infrastructure readiness, Australia advances on AI returns, Japan
Air India Partners with Volantio to Enhance Passenger Experience
India's leading global airline now uses Volantio's demand reallocation platform to improve flight capacity management
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










