
Kamis, 13 Agustus 2015 10:00:00
Belum Cukup Rp15 Miliar, KPUD Siak Ajukan Lagi Dana Tambahan Rp1 Miliar
RIAUONE.COM, SIAK, ROC, - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Siak yang bertugas menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah Siak mengakui bahwa anggaran sebesar Rp15 miliar yang telah disetujui untuk digunakan dalam penyelenggaraan Pemilukada Serentak 2015 ini dianggap masih kurang. Meskipun dana itu saat ini sudah dimanfaatkan pada proses tahapan demi tahapan.
Besarnya pengeluaran dalam proses itu KPUD Siak masih membutuhkan adanya penambahan anggaran sebesar Rp1 miliar lagi. Ketua KPUD Siak H Agus Salim ketika dikonfirmasi melalui Sekretaris KPUD Siak, Alamsyah Rabu (12/8).
"Sesuai anggaran yang telah kami usulkan pertama kali, KPUD Siak telah menerima kucuran dana sebesar Rp15 miliar lebih dari APBD untuk keperluan Pilkada, namun ternyata dana tersebut belum mencukupi sehingga kami harus mengusulkan kembali dana tambahan sebesar Rp1 miliar melalui APBD-P 2015 ini," ujar Alamsyah.
Diakui oleh Sekretaris KPUD Siak itu, banyaknya keperluan yang harus dilengkapi membuat pihak KPUD Siak harus extra hati-hati dan berhemat sebisa mungkin agar penyelenggaraan Pilkada di Siak bisa berjalan dengan baik tanpa hambatan dan rintangan.
"Kami akui, banyaknya keperluan yang harus kami penuhi, membuat kami harus berhemat dalam menggunakan dana, yang salah satunya untuk keperluan pengadaan APK, yang mana saat ini telah memasuki tahap pelelangan di ULP, dengan anggaran sekitar Rp600 juta untuk pengadaan APK tersebut," katanya.
Biaya yang harus dikeluarkan KPUD Siak diakui sangat besar, terutama untuk membiayai para petugas lapangan seperti petugas PPK, PPS, PPDP, dan untuk keperluan honorium lainnya.
"Tentunya besarnya dana itu semua pada proses dan tahapan serta pembiayaan honorium petugas mulai tingkat Kabupaten sampai tingkat Kampung," tukas Alamsah. (pnc/zar).
Share
Berita Terkait
Gaji Enam Orang Direksi Pertamina ini Masing-masing Tembus Rp57,3 Miliar per tahun, atau Rp4,7 Miliar per bulan Per Orang
NASIONAL, Jakarta, - PT Pertamina (Persero) tenga
Kasus Oplos BBM Korupsi Pertamina Rp193 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Migas ESDM
NASIONAL, HUKRIM, - Pihak Kejaksaan Agung (K
Elpiji di Permainkan, Harga Elpiji 3Kg Asli-nya Rp12.759, Bahkan di Kota Dumai Kota Pengolah Elpiji 3Kg ini Pernah Sampai Rp35 Ribu
NASIONAL, - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa harga gas elpiji 3 kilogram (kg) semestinya hanya Rp 12.750
Tarik Dana, Seberapa Banyak-kah Dana Muhammadiyah di Bank BSI?
NASIONAL, - Menteri Badan
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










