
Jumat, 08 Mei 2015 10:16:00
Polres Siak Musnahkan Ribuan Karung Bawang Merah
RIAUONE.COM, SIAK, ROC, - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Siak Sri Indrapura Arjun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ino Harianto,Sik bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs.H.T.S.Hamzah,M.Si didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Siak Zainul Arifin SH,MH, Kepala Pengadilan Negeri (PN) Siak, Hj.Sorta Rea Neva,SH,M.Hum serta petinggi Karantina bidang makanan dan pertanian dari Provinsi Riau, Rabu (6/5) memusnahkan 4.188 Karung Bawang Merah Ilegal dengan cara di bakar yang berhasil disita oleh jajaran Kepolisan Polres Siak.
Kapolres Siak AKBP.Ino Harianto,Sik menyebutkan sebanyak 4.188 karung bawang merah ilegal yang dimusnahkan oleh Polres Siak ini. " ini merupakan hasil tangkapan yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian Polres Siak dari Pelabuhan rakyat Kabupaten Bengkalis.," ujarnya.
Untuk hasil tangkapan bawang merah tersebut, berlangsung dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama, tangkapan dilakukan pada tanggal 28 April melalui Polsek Sabak Auh yang berhasil menyita sebanyak 1000 karung bawang merah yang diangkut oleh tiga truk. Kemudian untuk tahap kedua tepat pada tanggal 29 April jajaran Polsek Bungaraya kembali berhasil mengamankan 4 truk yang membawa bawang ilegal dengan muatan sebanyak 1.288 karung bawang merah. Bahkan pada hari serta tanggal yang sama, Satreskim Polres Siak juga berhasil menangkap 3 truk berisi 1.900 karung bawang merah ilegal yang dibawa tanpa dokumen resmi.
"Dari hasil tangkapan tersebut, setelah dikalkulasikan jumlah keseluruhan bawang merah ilegal yang berhasil ditangkap oleh Polres Siak adalah sebanyak 4.188 karung," jelasnya.
Disampaikan Polres, untuk masalah bawang ilegal yang terjadi diwilayah Kabupaten Siak, akan terus kami lanjutkan, sebab kegiatan ini sangat merugikan sekali bagi daerah dan negara, karena sepak terjang yang bersifat ilegal ini, sama sekali tidak ada cukainya (pajak). "Untuk itu Polres Siak tidak hanya menangani masalah bawang ilegal saja, namun apa saja yang terkait dengan pelanggaran hukum, tetap dilakukan penindakan. Makanya jajaran polres Siak butuh dukungan dan informasi dari semua pihak baik itu dari rekan media, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan unsur-unsur lainnya, perlu kerjasamanya," bebernya.
Ditempat terpisah,Kapolres Siak yang berhasil dikonfirmasi, mengatakan pemilik bawang ilegal tersebut saat ini sedang dalam penyelidikan. Para pelaku, imbuhnya, diduga telah melanggar undang-undang karantina hewan, ikan dan tumbuhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 31 ayat 1 dan 2 UU RI no.16 tahun 1992 tentang karantina hewan ikan dan tumbuhan dengan ancaman pidana 3 tahun penjara dan denda paling banyak Rp.150 juta jo pasal 480 KUH pidana dengan ancaman pidana penjara 4 tahun. (siakgoid)
Share
Berita Terkait
From NVIDIA to MEXC: Autheo Expands the Markets Behind Its Internet Operating System
THEO / NVDA goes live today through Uniswap on Robinhood Chain. The MEXC lis
Trevor Noah, Esther Perel, and Dame Jacinda Ardern to headline Nordic Business Forum 2027 in Helsinki
Over 5,000 Tickets Sold Within 24 Hours Following the Publishment of the 2027 Theme and
Mayo Clinic Laboratories Invests in Pathology Asia Holdings and LifeStrands Genomics to Advance Diagnostics and Precision Medicine
ROCHESTER, MINN., US / SINGAPORE - Media OutReach Newswire - 23 September 2026 - Mayo C
Digital Realty Survey Finds More Than Half of Asia Pacific Enterprises Plan to Increase AI Investment by More Than 25%
Singapore focuses on infrastructure readiness, Australia advances on AI returns, Japan
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










