
Minggu, 07 Februari 2016 10:01:00
Telusuri Alokasi Uang Negara, Jon Erizal Kunker ke Pelabuhan PT IKPP Perawang
PERAWANG, SIAK, RIAU, - Anggota Komisi II DPR RI, Jon Erizal, SE, MBA melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Pelabuhan Eksport PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang, kemarin.
Kunjungan Politisi Partai Amanat Nasional ini dalam rangka menelusuri alokasi anggaran uang negara, terkait usulan penambahan penyertaan modal di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)
"Ada usulan-usulan dari BUMN penambahan penyertaan modal. Bank Ekspor juga berkeinginan penambahan modal. Untuk menyakinkan, kita bergerak. Kemarin saya ke Surabaya melihat langsung ke mana uang-uang negara ini dialokasikan. Kebetulan di Riau ada di Sinar Mas Indah Kiat," ungkap Jon Erizal menjelaskan tujuan ke Pabrik Pulp terbesar di Asia itu.
Selaku wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Riau 1, Jon Erizal mengaku senang LPEI mengalokasikan anggaran di Riau. Dengan demikian, penyertaan modal perusahaan BUMN itu tidak terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga menyebar di Sumatera khususnya Riau.
"Kita tidak mau ini terkonsentrasi di satu titik atau di pusat saja atau di Jawa saja. Di Riau ada di IKPP, Dumai dan ada juga di perkebunan kelapa," kata Jhon Erizal.
Ia menjelaskan, penyertaan modal kepada perusahaan berorientasi eksport ini bertujuan mendorong peningkatan kapasitas eksport, sehingga pertumbuhan ekonomi juga meningkat.
"Dengan suntikan modal, kita berharap eksport meningkat. Orang akan membeli barang eksport kita dengan adanya pembiayaan," ujarnya.
Menurut Jon Erizal lagi, penyertaan modal terhadap perusahaan eksport akan memberikan nilai tambah dibandingkan proyek infrastruktur. "Kalau dialokasikan ke pembangunan fisik dana Rp1 triliun hanya menghasilan Rp1 triliun. Sementara ketika saya tanya berapa nilai tambah, 8 kali lipat. Jadi, jika Rp1 triliun diinjeksikan menjadi sekitar Rp8 triliun," sebutnya.
Hasil tinjauan berbagai daerah nanti menjadi bahan atau masukkan saat DPR RI melakukan reveiw ulang, alokasi anggaran penyertaan modal BUMN berorietasi eksport.
"Dari hasil komunikasi di Surabaya dan Riau. Di Riau cukup baik. Penyertaan modal LPEI di perusahaan sangat produktif," tandas mantan calon Gubernur Riau ini.
Dalam kunjungannya, Jon Erizal dan rombongan didampingi Senior Direktur PT IKPP, Hasanudin The, Suhendara IKPP Jakarta, Perwakilan Arara Abadi, dan Humas Arara Abadi Musyerizal Yatim. (kpr/roc).
Share
Berita Terkait
Tak Mau 66 Karyawannya Dicatut Covid-19, PT IKPP Perawang Tumbalkan Warga Sipil
RIAUONE.COM,SIAK- Membantah tanpa data PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak membantah bahwa karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19
PT IKPP Perawang Juara Penyumbang Positif Covid-19 di Siak
RIAUONE.COM,SIAK- Klaster PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) saat ini penyumbang terbanyak positif Covid-19, tercatat sudah ada 66 kasus per hari Jumat (7/82020).
D
Menggila Positif Covid-19 di PT IKPP Perawang, Total 66 Orang, Warga : Tutup Perusahaan
RIAUONE.COM,SIAK- Menggila kasus positif covid klaster dari vendor Pt Indah Kiat Pulp dan Paper. Hari ini, Jumat (7/8/2020) k
Komentar










