• Home
  • Hukrim
  • Sudah 38 Polisi Diperiksa Terkait Peristiwa Berdarah di Kepulauan Meranti
Selasa, 30 Agustus 2016 07:14:00

Sudah 38 Polisi Diperiksa Terkait Peristiwa Berdarah di Kepulauan Meranti

ilustrasi.
PEKANBARU - Sebanyak 38 Polisi telah diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Riau terkait tewasnya pembunuh Brigadir Adil S Tambunan, Apri Adi Tama dan penyerangan Mapolres Kepulauan Meranti yang berujung tewasnya seorang warga, Isrusli.
 
Menurut Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui bagaimana Apri tewas dan proses pengamananan sewaktu Mapolres Meranti didemo ratusan warga.
 
"Pemeriksaan dilakukan secara intensif sejak pekan lalu," kata mantan Kapolres Pelalawan ini kepada wartawan, Senin (29/8/2016).
 
Guntur menyebutkan, 38 anggota dari Meranti dan yang bertugas mengamankan Mapolres diperiksa dalam waktu dan hari berbeda. Gelombang pertama ada 15 anggota yang dibawa dari Meranti ke Mapolda Riau di Pekanbaru untuk diperiksa.
 
"Kemudian pada Minggu kemarin, ada 23 lagi anggota yang dibawa ke Pekanbaru untuk dimintai keterangannya," sebut Guntur.
 
Sejauh ini, tambah Guntur, ada tiga polisi yang ditetapkan sebagai tersangka dari segi tindak pidana. Sementara polisi yang menjadi terperiksa (tersangka) di internal kepolisian belum ada.
 
"Tiga tersangka yang ditetapkan itu dari pidananya dan ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau. Sementara dari internal di Propam masih terus digali dengan pemeriksaan intensif," sebut Guntur.
 
Hanya saja, identitas 3 polisi yang menjadi tersangka ini masih dirahasiakan dengan alasan pendalaman masih dilakukan penyidik di Direktorat Reskrimum Polda Riau.
 
"Nanti disebutkan kalau sudah terang semuanya. Untuk pasalnya dijerat dengan tindak pidana penganiayaan sehingga berujung kematian," tegas Guntur.
 
Sebelumnya akibat kejadian tersebut, AKBP Asep Iskandar dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Kepulauan Meranti dan digantikan oleh AKBP Barliansyah dari Direktorat Lalu Lintas Polda Riau.
 
Berita sebelumnya, ratusan warga mengepung dan berusaha menyerang polisi di Mapolres Meranti karena tewasnya Apri secara tidak wajar setelah ditangkap polisi.
 
Dalam kejadian ini, warga melempari Mapolres dengan batu dan kayu serta benda lainnya. Akibatnya, jendela Mapolres rusak dan banyak kaca yang pecah. Kejadian ini juga menyebabkan seorang warga tewas.
 
Awal mula kejadian 'nyawa dibayar nyawa ini' dipicu masalah asmara antara Apri dan Brigadir S Tambunan. Adil disebut membawa seorang wanita yang juga dikenal oleh Apri ke kamar sebuah hotel di kabupaten tersebut. Ketika keluar dari hotel, Apri sudah menunggu Adil dan langsung terjadi perkelahian.
 
Dalam perkelahian itu, Apri yang diduga membawa pisau diduga menikam Adil hingga tewas. Adil yang kemudian ditangkap berusaha melawan dan ditembak polisi. Tak lama setelah itu, Adil meninggal dunia. (frc/roc).
Share
Berita Terkait
  • 9 tahun lalu

    10 Polisi di Kepulauan Meranti Diputus Bersalah

    SELATPANJANG - Polres Kepulauan Meranti kembali menggelar sidang disiplin anggota Polri. Tak tanggung-tanggung, kali ini 10 Polisi dihadapkan ke Pimpinan Sidang di Aula Bha
  • 10 tahun lalu

    Polisi Meranti Dilarang Berkunjung Ke Tempat Hiburan Malam

    MERANTI, RIAU - Pelaksana Tugas Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Barliansyah SIk menegaskan akan menindak anggotanya jika ada yang ketahuan berkunjung ke tempat hiburan mal
  • 10 tahun lalu

    Soal Bentrok Berdarah di Meranti, Komisi III DPR: Masyarakat Tak Akan Berani Kalau Bukan Polisi yang Memulai

    JAKARTA, NUSANTARA, - Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafi'i mengatakan, adanya bentrokan antara masyarakat dan anggota kepolisian di Mapolres Kepulauan Meranti, R
  • 10 tahun lalu

    Jadi Saksi Kunci Meranti Berdarah, Kemana-mana Brenda Dikawal Polwan

    PEKANBARU, RIAU, - Semenjak Rabu, 31 Agustus 2016 lalu, Eka Boru Niraja alias Brenda, mulai menjalani pemeriksaan di Direktorat  Reserse Kriminal Umum Polda Riau.
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified